banner Di Balik Seragam Polisi, Ada Kepedulian: Kisah Aiptu Veronika Bantu Anak-anak Miskin di Sikka NTT

Di Balik Seragam Polisi, Ada Kepedulian: Kisah Aiptu Veronika Bantu Anak-anak Miskin di Sikka NTT

BAGI BANTUAN - AIPTU Veronika Kolidin (43) saat membagikan bantuan untuk anak SD di SDK Waira, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/3/2026). Veronika aktif melakukan kegiatan kemanusiaan sejak bertugas di Polres Sikka, menyisihkan sebagian gajinya untuk membantu masyarakat, dan menerima Penghargaan Polisi Inspiratif Polda NTT 2026. 



Suara Numbei News - Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Veronika Kolidin (43) keluar dari gerbang Kepolisian Resor Sikka dengan seragam lengkap, Rabu (11/3/2026) pagi.

Ia mengendarai sepeda motor matic merahnya, membawa sebuah kantong plastik merah besar yang digantung di dashboard motor.

Di dalam kantong itu terdapat sekitar 10 tas sekolah. Tas-tas tersebut akan dibagikan kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

“Hari ini saya mengunjungi SDK Waiara untuk membagikan oleh-oleh bagi adik-adik di sana. Ada tas dan alat tulis. Selain itu saya juga akan mengunjungi satu keluarga di Desa Kajowair,” kata Veronika sebelum berangkat dari Polres Sikka.

Beli Sembako

Veronika yang tinggal di asrama di dalam kompleks Polres Sikka itu sempat singgah di sebuah minimarket sekitar 150 meter dari kantor polisi. Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan mi instan.

Bahan-bahan sembako itu kemudian ia letakkan di motornya.

Dari sana ia melanjutkan perjalanan ke kawasan Taman Monumen Tsunami. Ia memarkir motornya di depan pertokoan lalu masuk ke sebuah toko alat tulis untuk membeli tambahan perlengkapan belajar.

Perjalanan kemudian berlanjut ke SDK Waiara. Sekolah itu bukan tempat yang asing baginya. Di sana, Veronika pernah menempuh pendidikan dasar pada 1991 hingga 1996.

Pulang ke Sekolah Lama

Kedatangan Veronika disambut hangat oleh para guru dan siswa. Ia bahkan bertemu dengan gurunya semasa sekolah yang kini menjabat sebagai Kepala SDK Waiara, Maria Alfonsa.

Sebelum membagikan perlengkapan belajar, Veronika menyapa para siswa dan menceritakan masa kecilnya ketika masih bersekolah di tempat tersebut.

Ia mengisahkan bagaimana dulu membawa bekal sederhana seperti ubi dan jagung bakar ke sekolah. Sepulang sekolah, ia juga harus membawa jeriken untuk menimba air dari sumur dan membawanya pulang ke rumah.

Pengalaman itu ia ceritakan untuk menyemangati para siswa agar tetap tekun belajar dan tidak mudah menyerah pada keadaan.

Di sekolah itu, Veronika membagikan tas, buku tulis, pulpen, pensil, serta minuman ringan kepada para siswa. Bantuan tersebut disambut dengan penuh sukacita.

Maria Alfonsa mengatakan Veronika adalah salah satu alumni SDK Waiara yang berhasil meraih cita-cita menjadi polisi wanita.

“Dia alumni dari sekolah ini. Ia berjuang untuk meraih mimpinya dan sampai sekarang masih peduli membantu orang-orang yang membutuhkan,” kata Maria.

Menyambangi Anak yang Hampir Putus Sekolah

Setelah dari SDK Waiara, Veronika melanjutkan perjalanan menuju Dusun Wegok, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang.

Di sana ia mengunjungi seorang siswa kelas V sekolah dasar bernama Fransiskus Alfandi Nona (10). Anak yang akrab disapa Alfa itu sempat berhenti sekolah.

Alfa tinggal bersama kakak perempuannya yang berusia 19 tahun dan adik perempuannya yang masih PAUD. Mereka diasuh oleh kakek dan neneknya.

Neneknya, Karolina Nurak (70), dan kakeknya, Mateus Bero (80), merawat cucu-cucu tersebut setelah ayah mereka merantau dan ibu mereka meninggalkan keluarga itu sejak dua tahun lalu tanpa kabar.

Menurut keluarga, Alfa sempat tidak lagi bersekolah. Para guru telah berusaha membujuknya kembali belajar, tetapi belum berhasil.

Hingga suatu waktu, guru menyampaikan kondisi itu kepada Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah tersebut. Polisi itu kemudian membantu memberikan perlengkapan belajar kepada Alfa.

Sejak saat itu Alfa kembali bersemangat untuk bersekolah.

Kabar tersebut kemudian sampai kepada Veronika. Ia memutuskan untuk mengunjungi Alfa dan keluarganya.

Sembako yang sebelumnya ia beli di minimarket diberikan kepada keluarga tersebut. Ia juga membawa buku tulis untuk Alfa.

Saat melihat kondisi rumah keluarga itu yang kecil, sempit, berlantai tanah dan berdinding pelepah bambu, Veronika mengaku tergerak untuk membantu.

Ia bahkan berencana berdiskusi dengan adiknya untuk membantu rencana pembangunan rumah keluarga tersebut.

Kerabat keluarga Alfa, Petrus Woda (89), mengatakan kehidupan keluarga itu memang cukup berat. Sang nenek masih bekerja keras menenun untuk memenuhi kebutuhan hidup cucu-cucunya.

Karena itu, ia berharap ada bantuan bagi keluarga tersebut, termasuk benang tenun maupun kebutuhan lainnya.

Mengabdi Lewat Aksi Kemanusiaan

Bagi Veronika, kegiatan membantu masyarakat seperti ini bukan hal baru.

Ia mengaku mulai melakukan kegiatan sosial sejak pertama kali bertugas di Polres Sikka pada 2004, setelah sebelumnya menjalani masa magang sekitar enam bulan di Polres Kupang Kota.

Sejak saat itu, ia sering mengunjungi masyarakat dari rumah ke rumah dan dari kampung ke kampung menggunakan sepeda motornya.

Ia tidak bekerja sendiri. Dua orang adiknya juga kerap membantu kegiatan tersebut.

Sebagian dari gajinya ia sisihkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Veronika, apa yang ia lakukan bukan semata-mata karena seragam polisi yang ia kenakan, tetapi karena panggilan kemanusiaan.

Ia memahami betul kerasnya kehidupan karena ia sendiri tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sederhana.

Pengalaman masa kecil itulah yang membuatnya terus berikhtiar membantu sesama hingga kini.

Atas dedikasinya dalam membantu masyarakat melalui berbagai aksi kemanusiaan, Veronika menerima penghargaan Polisi Inspiratif Polda NTT 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepeduliannya terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu di Kabupaten Sikka. (Kgg) *** flores.tribunnews.com





 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama