banner Kemenag Tegaskan Belum Buka Seleksi CPNS 2026, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

Kemenag Tegaskan Belum Buka Seleksi CPNS 2026, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks


Suara Numbei News - Masyarakat kembali diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi palsu mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menegaskan bahwa hingga 10 Oktober 2026, pihaknya belum membuka pengadaan CPNS 2026.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan Kemenag telah membuka seleksi CPNS 2026 tidak benar. Ia juga menegaskan bahwa belum ada pengumuman resmi dari Kemenag mengenai pengadaan CPNS tersebut.

Informasi palsu itu beredar melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan iklan bimbingan belajar yang menggunakan informasi kuota CPNS Kemenag tahun 2024, kemudian dikemas seolah-olah merupakan pengumuman penerimaan tahun 2026.

Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya

Kemenag mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN). Keinginan untuk menjadi pegawai negeri tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai poster, pesan berantai, maupun tautan pendaftaran yang beredar di media sosial tanpa kejelasan sumber dan dasar pengumuman resmi.

Informasi palsu semacam ini berpotensi merugikan masyarakat, terutama pencari kerja yang sedang menantikan kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS. Risiko yang perlu diwaspadai antara lain pencurian data pribadi dan penipuan berkedok pendaftaran atau bimbingan seleksi.

Periksa Informasi Melalui Kanal Resmi

Kemenag menegaskan bahwa informasi mengenai penerimaan CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Kementerian Agama di kemenag.go.id, akun media sosial resmi Kemenag yang terverifikasi, serta portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) di sscasn.bkn.go.id.

Selain itu, proses pengadaan ASN di instansi pemerintah melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan adanya pengumuman resmi sebelum mengambil tindakan apa pun terkait pendaftaran.

Jangan Sembarangan Mengeklik Tautan

Untuk menghindari risiko penipuan, masyarakat diimbau agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang dikirimkan melalui pesan pribadi, grup percakapan, atau akun media sosial yang tidak jelas identitasnya.

Masyarakat juga perlu menghindari membagikan data pribadi melalui formulir yang belum terverifikasi, terlebih jika disertai permintaan pembayaran dengan dalih biaya pendaftaran atau jaminan kelulusan.

Apabila menemukan informasi yang mengatasnamakan Kemenag terkait pembukaan CPNS 2026, masyarakat sebaiknya memeriksa kebenarannya melalui kanal resmi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Penegasan ini menjadi pengingat bahwa di tengah tingginya harapan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sebagai ASN, kewaspadaan dan kecermatan dalam memilah informasi merupakan hal yang sangat penting.

Jangan sampai harapan menjadi ASN justru dimanfaatkan sebagai pintu masuk penipuan. Pastikan informasi benar, periksa sumbernya, dan jangan mudah tergiur oleh tautan pendaftaran yang belum terverifikasi. *** 



 



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama