banner Air Mata di Balik Tenda Pengungsian: Tiga Hari Bertahan, Warga Manggarai Terima Segelas Beras, Telur dan Mi

Air Mata di Balik Tenda Pengungsian: Tiga Hari Bertahan, Warga Manggarai Terima Segelas Beras, Telur dan Mi



Suara Numbei News - Korban gempa di Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, terus tertahan di meja pengungsian sejak Sabtu (15/8/2026). Ada yang karena panik dan juga karena kehilangan rumah untuk berteduh.

Meski rasa panik terus menghantui, mereka tetap memilih bertahan di bawah tenda darurat yang terbuat dari bambu dan terpal seadanya.

Di tengah rasa kepanikan itu, pihak pemerintah hadir lewat bantuan darurat berupa sebutir telur, segelas beras dan sebungkus mi instan. Bantuan itu disalurkan melalui Pemerintah Desa dan diteruskan oleh dusun.

“Ini bantuan darurat dari pemerintah desa yang kami terima hari ini,” ujar Ola, salah satu korban terdampak, Rabu (19/8/2026) melalui pesan singkat.

Warga lain yang jadi korban, Marianus Darmi, tetap bersyukur meski bantuan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Mungkin ini wujud kehadiran pemerintah di tengah kami yang sedang dilanda musibah,” ujar Marianus.

Untuk Kampung Topak, di Kecamatan Rahong Utara, merupakan salah satu titik yang alami dampak gempa yang cukup besar. Ada 10 rumah yang rusak parah dan tidak lagi layak huni. Sementara 11 rumah mengalami kerusakan ringan.

Acik Mayo, anak muda setempat, mengharapkan ada perhatian dari pemerintah untuk meringankan beban bencana yang dialami korban.

“Sangat diharapkan bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, khusus untuk korban seperti tempat huni sementara bagi yang alami kerusakan berat,” ujar dia melalui pesan singkat.

Gempa bermagnitudo 7,7 menghantam Flores pada Sabtu (15/8/2026), meninggalkan duka yang mendalam. Hingga kini data yang meninggal dunia berjumlah 70 jiwa. Sementara warga terdampak dengan mengalami kerusakan fasilitas rumah tembus 11.925 berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebaran korban terbanyak dengan tingkat kerusakan berat terjadi di Kabupaten Manggarai. *** poskupang.com



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama