banner Bantuan Terus Bergerak, Armada Udara Disiapkan untuk Percepat Penanganan Gempa di Flores NTT

Bantuan Terus Bergerak, Armada Udara Disiapkan untuk Percepat Penanganan Gempa di Flores NTT

Seorang pria memeriksa ponselnya di dekat bangunan yang runtuh akibat gempa bumi di Reok, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto AP/Aquila Handayani Abbas)


Suara Numbei News - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka posko pendamping nasional di Labuan Bajo dan posko taktis lapangan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendukung penanganan gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BNPB juga membuka media center di Kantor Bupati Manggarai Barat sebagai pusat informasi selama fase tanggap darurat.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, posko tersebut akan menjadi pusat operasional sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penanganan bencana.

"Kita harapkan ini bisa menjadi pos operasional selama fase tanggap darurat berlangsung untuk benar-benar bisa mendampingi pemerintah daerah supaya fase tanggap darurat ini bisa kita efektifkan dan optimalkan," ujar Abdul dalam konferensi pers yang diikuti secara daring, Minggu (16/8/2026).

Selain posko pendampingan, BNPB mengaktifkan posko dukungan logistik nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, posko penerimaan logistik utama di Bandara Labuan Bajo, serta posko logistik pendukung di Maumere.

Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan penyaluran bantuan dari masyarakat, organisasi, maupun berbagai pihak yang ingin membantu masyarakat terdampak gempa.

"Jadi kita sudah mengaktivasi secara nasional posko logistik di Halim, Labuan Bajo, dan Maumere, kemudian posko pendampingan tanggap darurat di Gedung Kantor bupati Manggarai Barat sebagai posko utama dan posko taktis lapangan di Maumere," papar dia.

"Ini juga kita lakukan supaya manajemen logistik, manajemen development sumber daya, alat perangkat personel, dan anggaran bisa kita optimalkan, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga di tingkat daerah," sambung Abdul.

 

Warga tinggal di tenda darurat di tengah kekhawatiran akan gempa susulan setelah gempa bumi melanda Lembor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto AP/Firdia Lisnawati)

Percepat Distribusi Bantuan

Untuk mempercepat distribusi bantuan, pemerintah juga menyiagakan sejumlah armada udara di Labuan Bajo dan Maumere. Armada tersebut dapat digunakan apabila akses darat belum sepenuhnya pulih atau terdapat wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi melalui udara.

"Di Labuan Bajo itu ada satu unit helikopter Caracal dari TNI Angkatan Udara, kemudian satu unit heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu unit heli dari BNPB, dan dua unit pesawat Caravan masing-masing dari Kementerian Perhubungan dan satu dari BNPB," terang dia.

Sementara di Maumere, pemerintah menyiagakan satu unit heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu unit helikopter dari TNI Angkatan Laut, dua unit heli Bell dari Kementerian Perhubungan, serta satu unit Caravan dari BNPB.

"Ini semua kita siagakan dan kita siap untuk digunakan baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan seandainya ada daerah-daerah membutuhkan dukungan distribusi logistik dari udara," jelas Abdul.

 53 Orang Meninggal

Dalam perkembangan penanganan gempa, BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia hingga Minggu sore. Korban tersebar di enam wilayah, yakni satu orang di Manggarai Barat, 20 orang di Manggarai Timur, 25 orang di Manggarai, satu orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, dan dua orang di Ende.

"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekyo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, dan Ende 2 jiwa," terang Abdul.

Sementara itu, sebanyak 105 orang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

"Terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan. Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan. Manggarai Barat 6 jiwa luka berat," jelas Abdul.

Di sisi lain, hingga kini belum ada laporan orang hilang yang diterima Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dari tujuh wilayah kabupaten/kota terdampak, BNPB dan Basarnas juga belum memiliki daftar pencarian orang.

"Saat ini, untuk data korban hilang tidak ada yang terlaporkan ke Basarnas. Artinya, biasanya kita memiliki daftar pencarian orang dalam setiap kejadian bencana yang berasal dari data yang dilaporkan oleh saudara maupun kerabat atau orang keluarga," ujar Abdul dalam konferensi pers yang diikuti secara daring, Minggu (16/8/2026).

Meski demikian, Basarnas tetap menyiagakan personel di sejumlah wilayah terdampak untuk mengantisipasi kebutuhan pencarian dan pertolongan.

"Tetapi meskipun demikian, Basarnas terus menyiagakan personel di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan secara umum ditujuh kabupaten kota terdampak menyesuaikan dengan situasi di lapangan, respons cepat bisa segera dilakukan," papar Abdul. *** liputan6.com



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama