BMKG mengungkap bahwa gempa tersebut merupakan gempa
dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar
Waikabubak. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar berupa normal
fault atau sesar turun.
Episenter gempa berdasarkan parameter pemutakhiran
berada pada koordinat 9,84° Lintang Selatan dan 118,90° Bujur Timur, tepatnya
di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya.
Meski guncangannya cukup kuat, BMKG memastikan gempa
tersebut tidak berpotensi tsunami.
Guncangan paling kuat mencapai VI MMI dan dirasakan
di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, serta Kodi. Sementara intensitas IV MMI
dirasakan di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. Guncangan juga tercatat
hingga Bima dengan intensitas III MMI.
Puluhan Gempa
Susulan Terpantau
BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan setelah
gempa utama. Hingga pukul 08.05 WIB, tercatat 62 gempa susulan dengan magnitudo
berkisar antara M1,5 hingga M4,3.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah
percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga
mengimbau warga untuk menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan
akibat gempa.
Sementara itu, laporan awal menyebutkan adanya
kerusakan pada bangunan warga dan sekolah. Kumparan melaporkan satu sekolah dan
sejumlah rumah mengalami kerusakan, serta terdapat laporan satu orang mengalami
luka ringan.
Gempa kembali mengingatkan masyarakat NTT bahwa
hidup di wilayah rawan gempa bukan sekadar persoalan takut ketika bumi
berguncang, tetapi juga tentang kesiapsiagaan, pengetahuan, dan kemampuan untuk
menyelamatkan diri.
Bumi boleh berguncang, tetapi kewaspadaan jangan
sampai runtuh.
