Plt. Kapudastin BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan,
korban jiwa terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai. Menurut data BNPB,
selain korban meninggal dunia, terdapat setidaknya 213 korban luka akibat gempa
di NTT.
"Data yang kami peroleh hingga saat ini, sebanyak
68 jiwa meninggal, dengan rincian di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa,
Manggarai Timur 24 jiwa, Nagekeo delapan jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa,
Manggarai Barat dua jiwa, dan Ngada dua jiwa," kata Berton dalam
konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Senin (17/8).
Adapun rincian korban meninggal dunia tersebut
adalah sebagai berikut:
·
Kabupaten
Manggarai: 26 jiwa
·
Kabupaten
Manggarai Timur: 24 jiwa
·
Kabupaten
Nagekeo: 8 jiwa
·
Kabupaten Sikka:
4 jiwa
·
Kabupaten Ende:
2 jiwa
·
Kabupaten Manggarai
Barat: 2 jiwa
·
Kabupaten Ngada:
2 jiwa
Berton mengatakan, BNPB masih terus memantau
perkembangan jumlah korban dan akan memperbarui data apabila ditemukan korban
lainnya.
"Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban
ini dan terus akan kami laporkan ketika nanti ada korban yang ditemukan, dan
kita selalu berharap dan berdoa tidak ada lagi penambahan korban jiwa yang
meninggal maupun yang luka-luka."
1.576 Gempa
Susulan
Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa susulan juga
masih terus terjadi di wilayah NTT.
Sejak gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu
(15/8) lalu, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.576 gempa susulan.
Akan tetapi, Berton menyebut sebagian besar gempa
susulan tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat. Terdapat satu gempa susulan
dengan magnitudo 6,21 yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat.
"Data-data ini akan tetap kami update
nantinya," kata Berton.
BNPB terus melakukan pemantauan terhadap
perkembangan situasi pascagempa di NTT, termasuk perkembangan jumlah korban dan
aktivitas gempa susulan. Data korban dan kondisi di lapangan masih dapat
berubah seiring dengan proses pencarian, evakuasi, serta pendataan yang
dilakukan oleh petugas.
Di tengah duka yang masih menyelimuti masyarakat
NTT, doa dan harapan terus dipanjatkan agar tidak ada lagi korban jiwa maupun
korban luka yang bertambah. *** kompas.com
