Waduh!! Ketua Suku Webereliku Kecam Aksi PMKRI Cabang Belu Soal Hutan Lindung: Pengalihan Isu Korupsi Dekranasda

Waduh!! Ketua Suku Webereliku Kecam Aksi PMKRI Cabang Belu Soal Hutan Lindung: Pengalihan Isu Korupsi Dekranasda



Suara Numbei News - PMKRI Cabang Belu mendapat kritikan pedas oleh sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Belu usai melakukan aksi demo dan menuding pihak Polres Belu diduga telah merusak kawasan Hutan Lindung.

Menanggapi aksi itu warga Dusun Webereliku Kecamatan Tasifeto Barat yang telah merasakan kerja nyata dan ketulusan dari Kapolres Belu itu, mengecam keras kepada oknum PMKRI yang telah melakukan aks yang dinilai sengaja mengalihkan isu dugaan kasus korupsi Dekranasda Belu yang sementara diselidiki oleh Tipikor Polres Belu.

Pantauan awak media di lokasi pada Rabu 27 maret 2024, jalan tersebut merupakan peningkatan jalan lama yang sudah ada sebelumnya, dan kawasan jalan lintas Desa tersebut mendapat dukungan penuh dari warga masyarakat dan diketahui oleh pemerintah Desa setempat.

Saat diwawancarai oleh awak media ini, Fransiskus Manek salah satu Kepala Suku Webereliku yang juga menjabat sebagai ketua RT 003 mengaku kesal dengan aksi PMKRI Cabang Belu, yang menurutnya tidak pro kepada rakyat bahkan diniliai menebar isu murahan yang tidak berdasarkan fakta di lapangan.

“Sebagai ketua suku sekaligus ketua RT 03, kami warga disini menilai aksi PMKRI itu tidak berpihak pada masyarakat kecil dan kaum pinggiran. Sangat disayangkan, karena PMKRI belum datang temui dan dengar langsung dari suara masyarakat, tiba-tiba demo menuduh orang baik seperti Pak Kapolres dengan tuduhan yang tidak benar,” ujarnya.

Menurutnya, PMKRI Cabang Belu sebaiknya lakukan aksi soal korupsi bukan untuk hal yang sebenarnya ada banyak manfaat bagi warganya. Bahkan, perbaikan jalan itu sudah bisa menyelamatkan anak- anak yang selama ini putus sekolah akibat jarak dan medan yang ditempuh.

 “Adik-adik demo soal kawasan hutan yang dirusak oleh bapak Kapolres itu ada dimana? Datang kesini untuk lihat langsung dan dengar dari kami masyarakat, bukannya duduk saja di Kota lalu demo. Kalau adik-adik mau demo itu korupsi karena merugikan masyarakat umum,” tegas Fransiskus.

“Sebagai ketua suku, saya mewakili masyarakat disini siap dukung bapak Kapolres dan tidak akan mundur satu langkah pun untuk membela bapak. “Dia (Kapolres-red) bukan orang Belu tetapi ada hati untuk membantu buatkan jalan bahkan bisa terangi kampung kami yang selama ini gelap sejak dari nenek moyang,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya pun siap turun demo jika Kapolres Belu masih di tuduh telah merusak kawasan Hutan Lindung.
“Kami masyarakat disini juga siap untuk turun demo jika ada yang mencoba untuk merusak nama baik Bapak Kapolres Belu dan Kami siap mati,” tegas Manek.

Menurutnya, pendemo tidak tau seperti apa kesulitan masyarakat disini. Ketika ada ibu hamil yang hendak bersalin, terpaksa harus dibuat tandu untuk memikulnya akibat jalan rusak. Jalan juga makan waktu. Bahkan ada keluarga yang meninggal di rumah sakit pun terpaksa tidak bisa di bawa masuk kampung dan harus numpang kubur di tanah keluarga yang ada di jalan umum. “Kesulitan kami selama ini akhirnya bisa terjawab dari pak Kapolres,” sergah Fransiskus.

Senada, Kepala Dusun Bubur Lulik, Abraham, Onarintus Klau menegaskan jika lokasi lintas jalan tersebut merupakan jalan lama, bukan buka jalan baru. Dan tidak ada kawasan hutan yang dirusak.

Lanjut Ona, jika ada sejumlah pohon yang ditumbangkan di pinggir jalan seperti pohon akasia dan kayu putih itu atas izin pemilik lahan, yang juga warga masyarakat setempat. “Tidak ada pengrusakan apalagi penyerobotan seperti yang dituduhkan untuk Pak Kapolres,” tandasnya.

Ona Klau mewakili masyarakat di tiga Dusun ini dengan tegas membantah apa yang tuduhkan kepada Bapak Kapolres. “Ingat kami juga akan siap turun Kota kalau masih ada aksi lagi dari PMKRI,” tegas Klau.

Lanjutnya, Kapolres ini orang baik yang sudah bantu buatkan jalan, bor air dan masukan listrik di kampung lama (Kota tuan-red). Sejak nenek moyang sampai kami anak cucu tidak pernah ada penerangan. Sekarang pada malam hari sudah terang di setiap pinggir jalan. “Kami juga bisa pulang pergi dari kampung ini dengan kendaraan motor bahkan mobil untuk angkut hasil bumi dan tidak susah lagi seperti dulu. Sekarang dalam hitungan menit saja kami sudah bisa sampai di jalan umum,” timpalnya

Ona juga menegaskan, teman-teman PMKRI jangan hanya demo, tanpa tahu duduk persoalan masyarakat di Webereliku. Sekali-sekali datang ke kampung sini. Kami menunggu kedatangan semuanya, baik dari kehutanan maupun PMKRI supaya tau lebih jelas. Apakah ada kerusakan kawasan Hutan dan kerusakan itu letaknya dimana, tunjukan kepada kami. Jangan hanya dengar pihak lain tanpa melihat langsung.

Tambahnya, apa yang dilakukan Kapolres Belu ini sangat membantu kami masyarakat kecil. Permohonan pihaknya langsung direspon tanpa menunggu waktu lama. “Kami sangat berterima kasih dan akan selalu mendoakan untuk institusi Polri terutama pak Kapolres Belu bersama jajarannya.
Jangan coba-coba membuat isu yang murahan karena akan memicu kemarahan masyarakat. Sudah banyak sekali kebaikan dari Pak kapolres untuk masyarakat di Kabupaten Belu ini. Tolong buka mata untuk melihat semua kebaikan itu,” terang Klau.

Mengakhiri wawancara, Ona Klau kembali menegaskan bahwa bantuan Kapolres Belu di Webereliku atas permintaan masyarakat dari tiga Dusun. Jalan yang di perbaiki inipun ikut jalan lama yang sudah dibangun oleh Kehutanan pada tahun 1982 yang hampir hilang. Pohon yang disini ditanam oleh orang tua dan leluhur, bukan orang Kehutanan yang tanam. (Tim) *** nkripost.co



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama