Lagi-lagi Satu Jenazah PMI Non Prosedural Asal NTT dari Malaysia Tiba di Bandara El Tari Kupang

Lagi-lagi Satu Jenazah PMI Non Prosedural Asal NTT dari Malaysia Tiba di Bandara El Tari Kupang

Petugas BP3MI NTT saat menjemput jenazah Yuliana Malo di Terminal Cargo Bandara El Tari Kupang 



Suara Numbei News - Satu jenazah pekerja migran Indonesia atau PMI asal Provinsi NTT yang meninggal di Malaysia kembali dipulangkan.

Jenazah tersebut teridentifikasi bernama Yuliana Malo (25) asal Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Jenazah dipulangkan dari Malaysia menggunakan pesawat Garuda GA 448 dan tiba di Terminal Cargo Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 12.45 Wita, Selasa 16 April 2024.

Tiba di Terminal Cargo Bandara El Tari Kupang, jenazah dijemput oleh petugas BP3MI NTT dan pemerhati PMI di Kota Kupang.

Setelah menerima peti jenazah, petugas BP3MI langsung melakukan pengemasan untuk dikirim ke kampung halamannya Rabu, 17 April 2024 menggunakan pesawat NamAir.

"Besok, jenazah akan kami kirim gunakan pesawat ke Tambolaka," kata Steven salah satu petugas BP3MI NTT yang menjemput jenazah di Terminal Cargo Bandara El Tari Kupang.

Berdasarkan informasi dari keluarga, almarhum telah 5 tahun bekerja di Malaysia.

Menurut Steven, almarhum meninggal dunia pada Senin, 8 April 2024. Kematian almarhum akibat mengalami pendarahan setelah melahirkan.

"Almarhum meninggal akibat pendarahan usai melahirkan. Info ini kami dapat berdasarkan surat dari Kedubes Indonesia di Malaysia," jelasnya.

Ditambahkan, total jenazah PMI asal NTT yang telah dipulangkan dari tempat asalnya bekerja sebanyak 27 orang.

"Hingga hari ini sebanyak 27 jenazah PMI yang kami sudah terima di tahun 2024," terangnya. (*) poskupang.com





 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama