Wiwin menunjukkan
bakatnya yang luar biasa dalam bernyanyi dan menari, memukau para juri dan
peserta lainnya. Dalam persiapan menghadapi ajang ini, Wiwin mengakui adanya
tantangan, terutama dalam membagi waktu antara persiapannya sebagai seorang
siswa dan mengejar karir di bidang seni.
"Tantangan
terbesar adalah bagaimana mengatur waktu antara sekolah dan latihan. Tapi saya
selalu berusaha untuk disiplin dan fokus," ujar Wiwin.
Wiwin juga menceritakan
perjuangannya dalam mencari sponsor untuk mengikuti ajang ini. Dengan dukungan
dari keluarga, sekolah, dan beberapa pihak swasta, akhirnya Wiwin dapat
mewujudkan impiannya untuk tampil di tingkat nasional.
Sebagai seorang siswa,
Wiwin berpesan bahwa kunci untuk sukses adalah tekun dalam segala hal yang
dilakukan, menerima kritikan untuk membangun diri, dan selalu berdoa. Ia juga
menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ibunya, yang menjadi sosok inspirasi
dalam hidupnya.
"Ibu saya selalu
mengajarkan saya untuk menjadi perempuan tangguh, pintar, dan bisa
menginspirasi banyak orang," kata Wiwin.
Pengalaman ini menjadi
bekal berharga bagi Wiwin. Sebagai Duta Siswa Indonesia Berbakat Utama 2025, ia
berencana membuat platform media sosial sebagai wadah bagi anak-anak Sumba
untuk menyalurkan bakat mereka, baik dalam bernyanyi maupun menari.
"Sumba ini identik
dengan budaya. Saya ingin anak-anak Sumba punya wadah untuk mengembangkan bakat
mereka, dan saya berharap budaya Sumba semakin dikenal, bahkan NTT dikenal di
seluruh dunia,"ujar Wiwin.
Kemenangan Wiwin Taka
ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Sumba Barat Daya, tetapi juga
menjadi motivasi bagi generasi muda NTT untuk berani meraih mimpi dan
mengembangkan potensi diri. *** rri.co.id