Kasatpol PP Kabupaten Sikka Sebut Maumere KLB Prostitusi, Berlangsung di Kos-kosan dan Tempat Umum

Kasatpol PP Kabupaten Sikka Sebut Maumere KLB Prostitusi, Berlangsung di Kos-kosan dan Tempat Umum

KONPERS - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Adeodatus Buang Da Cunha sedang berbicara dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Satpol PP dan Damkar Sikka Jumat 28 Maret 2025 pasca Satpol PP dan Damkar Sikka pasca mengamankan beberapa warga penghuni Hotel Gardena yang terletak di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka. 



Suara Numbei News - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Adeodatus Buang Da Cunha menyebut praktik prostitusi di Kabupaten Sikka akhir-akhir ini makin marak dan memprihatinkan.

Ia bahkan menyebut Sikka saat ini berstatus daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kaitannya dengan praktik prostitusi.

"Jadi KLB itu tidak hanya soal DBD atau rabies saja, tapi soal prostitusi juga Sikka ini bisa dikatakan masuk KLB karena sangat parah," demikian ucapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Satpol PP dan Damkar Sikka Jumat 28 Maret 2025 pasca Satpol PP dan Damkar Sikka pasca mengamankan beberapa warga penghuni Hotel Gardena yang terletak di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka.

Selama bertugas sebagai Polisi Pamong Praja, Buang Da Cunha mendapati banyak kasus prostitusi ilegal yang dilakukan oleh warga lokal maupun luar daerah yang berdomisili di Kabupaten Sikka.

Ia bahkan menyebut penyebaran area prostitusi di Kabupaten Sikka sudah mencapai kos-kosan.

"Saat ini sudah menyebar di Kos-kos di wilayah Kota Maumere ini," tuturnya.

Selain di kos-kosan, Buang Da Cunha juga menyebut praktik prostitusi di Sikka juga sering terjadi di tempat umum.

"Misalnya di Monumen Tsunami, juga di Lapangan Kota Baru," pungkasnya.

Pihaknya sering mengamankan warga yang kedapatan bertransaksi bahkan melakukan tindakan tak senonoh itu.

Buang Da Cunha mengaku para Pelaku yang sering diamankan umurnya variatif. "Ada yang umur belasan, ibu-ibu atau janda juga ada mahasiswa," pungkasnya.

Ia pun berharap adanya kolaborasi yang apik antara pemerintah dan masyarakat dalam menumpas kasus-kasus seperti ini.

Untuk diketahui, Satpol PP dan Damkar Sikka mengamankan beberapa warga penghuni Hotel Gardena yang terletak di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, Kamis 27 Maret 2025. Dari beberapa warga yang diamankan ada yang sudah bersuami dan memiliki anak serta aktivitas seksualnya diketahui oleh suaminya.

Aksi pengamanan ini buntut laporan dari warga terkait adanya aktivitas yang mencurigakan di Hotel Gardena berupa keributan, minum minuman keras, dan indikasi perbuatan Asusila yang terjadi di dalam hotel Gardena.

"Bahwa pada hari Kamis 27 Maret 2025 sekitar pukul 00.30 Wita ada seorang warga masyarakat Kelurahan Beru RT 002/ RW 002 atas nama Wilibrodus Wodon mendatangi kantor Satpolpp dan Damkar Kabupaten Sikka guna melaporkan atas laporan adanya aktivitas ,mencurigakan tersebut," ungkap Buang Da Cunha.

Ia menjelaskan, saat tim Satpol PP dan Damkar Sikka tiba di hotel Gardena tim menemukan kondisi hotel Gardena dalam keadaan gelap karena kehabisan pulsa listrik. 

Tim pun menemui salah satu penanggungjawab hotel atas nama Leonardus Rusli yang berada disitu. Yang bersangkutan menjelaskan bahwa tidak ada aktivitas tamu saat itu di dalam hotel," tandasnya.

Atas pengakuan yang bersangkutan, kata Buang, tim tidak serta merta mempercayai pernyataan tersebut. Tim lalu meminta ijin untuk melakukan pemeriksaan di setiap kamar hotel. 

Dari pemeriksaan terhadap beberapa kamar hotel, petugas menemukan ada satu kamar yang dihuni oleh satu pasangan muda mudi yang bukan merupakan pasangan suami/ istri sah dan satu kamar lainnya dihuni oleh seorang wanita yang berprofesi sebagai pekerja Seks komersial (PSK)," pungkasnya.

Sedangkan satu kamar lagi, kata Buang, dihuni oleh seorang karyawan laki laki yang bekerja sebagai pelayan toko lalu satu kamar lagi yang menjadi tempat penginapan pengelola hotel. 

"Dari hasil pemeriksaan awal dan olah TKP ditemukan bahwa hotel Gardena tersebut sudah beralih status menjadi kos kosan, hal Ini dikuatkan dengan keterangan dari beberapa penghuni hotel," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Petugas Satpol PP dan Damkar mengamankan dan membawa para penghuni hotel serta pengelola hotel ke kantor SatPol PP dan Damkar Sikka untuk dimintai keterangan. 

Berdasarkan hasil keterangan yang diperoleh, dua orang pasangan muda mudi berinisial SNF (20) dan A (19) yang diketemukan di salah satu kamar hotel tersebut adalah pasangan yang telah menjalani hubungan sebagai pacar kurang lebih empat bulan dan telah melakukan hubungan selayaknya suami istri. Perempuan dalam kondisi hamil kurang lebih tiga bulan. 

"Kedua pasangan ini juga diketahui telah melakukan transaksi jual beli kamar pada salah satu kamar hotel dengan tarif sebesar 150 ribu rupiah untuk ditawarkan kepada para pekerja seks komersial, tanpa sepengetahuan pemilik hotel," tandasnya.

Lanjut Buang, dari hasil investigasi terhadap salah satu penghuni hotel yang juga merupakan pekerja seks komersial diketahui bahwa, masih banyak para pekerja seks komersial yang mengunakan salah satu kamar yang berada di hotel Gardena. 

"Dari keterangan tersebut tim melakukan investigasi dan berhasil menjemput secara paksa empat orang pelaku seks komersial untuk diamankan dan dimintai keterangan di kantor SatPolPP dan Damkar Kabupaten Sikka, sementara satu pekerja seks komersial ketika tim mendatangi kos tempat tinggalnya tidak di ketemukan," terangnya.

Buang menjelaskan, tarif jasa seks komersial yang ditawarkan kepada pelanggan adalah rata-rata 150 sampai 200 ribu per orang sekali kencan. 

Dari lima PSK yang diamankan, satu diantaranya telah memiliki suami yang sah dengan dua orang anak dan aktivitas seksual yang dilakukan juga diketahui oleh suaminya, sementara satu PSK telah memiliki suami yang keempat (Saat ini tapi belum resmi menikah) lalu tiga orang lainnya berstatus janda. 

Dua orang pengelola hotel dan satu penghuni hotel yang merupakan salah seorang pelayan toko di maumere setelah menjalani pemeriksaan dipulangkan karena mereka tidak terlibat secara langsung terhadap aktivitas seks komersial dihotel Gardena tersebut. 

"Dari hasil pengambilan keterangan diketahui bahwa pemilik hotel Gardena adalah saudara Alex Ruslie," jelas Buang.

Menurut Bauang, jumlah pihak yang berhasil dimintai keterangan atas peristiwa yang terjadi di hotel Gardena adalah sebanyak 10 orang dengan perincian, 5 orang PSK, 2 orang pengelola hotel, 1 orang pelayan toko, dan 2  orang pasangan muda/mudi sabagai perantara atas transaksi pemakaian jasa salah satu kamar hotel. 

Buang menegaskan bahwa para penghuni hotel yang berprofesi sebagai PSK dan perantara penyewa kamar hotel mulai hari ini diminta meninggalkan Hotel Gardena karena pihak pengelola hotel merasa dirugikan atas peristiwa tersebut diatas. 

Bahwa peristiwa tersebut di atas adalah perbuatan Pidana yang bukan kewenangan SatPol PP dan Damkar untuk melakukan penyidikan. "Maka kami merekomendasikan untuk diserahkan ke Pihak Kepolisian (Polres Sikka) untuk dirposes lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku," tutur Buang.

Wilibrodus Wodon ketika diwawancarai media ini menuturkan, alasan dirinya melaporkan aktivitas mencurigakan ke Satpol PP Sikka yakni warga sekitar merasa resah dengan perilaku para penghuni hotel.

Menurut dia, beberapa bulan terakhir warga di sekitar Hotel Gardena sering melihat banyak wajah baru yang mengunjungi hotel itu.

Bahkan, kata dia, beberapa kali pihaknya menggerebek salah satu kamar di hotel itu karena mendengar teriakan dari penghuni hotel.

Atas dasar hal ini, dia bersama warga lainnya merasa perlu untuk melaporkan berbagai hal yang ditemukan di hotel itu untuk ditindaklanjuti demi terciptanya ketertiban di kompleks tersebut. *** Tribun Flores




 

 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama