banner Oknum Petugas Lapas Atambua Diduga Cekik dan Hina Perempuan, Publik Pertanyakan Sikap Bungkam Institusi di Atambua

Oknum Petugas Lapas Atambua Diduga Cekik dan Hina Perempuan, Publik Pertanyakan Sikap Bungkam Institusi di Atambua

Tampak gedung Lapas Kelas IIB Atambua dan sosok berinisial “D” yang disebut dalam dugaan kasus kekerasan terhadap perempuan; klarifikasi resmi masih dinantikan. (Foto: BT.com)


Suara Numbei NewsNama institusi pemasyarakatan di Kabupaten Belu kembali terseret sorotan publik setelah seorang pria berinisial “D” yang disebut bekerja sebagai petugas di diduga melakukan kekerasan fisik dan penghinaan terhadap seorang perempuan berinisial R.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu dini hari (14/2) sekitar pukul 00.00 WITA di kawasan Kilometer 3 Atambua, tepatnya di sekitar sebuah kafe dekat Atambua Plaza.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban dan terduga pelaku berkumpul bersama sejumlah rekan.

Situasi memanas ketika acara usai dan korban menolak ajakan pelaku untuk pulang bersama.

Penolakan itu diduga memicu adu mulut yang berujung pada tindakan fisik.

Korban mengaku sempat dicekik dan ditarik secara paksa hingga menyebabkan jam tangannya rusak.

Tidak hanya itu, pelaku juga diduga melontarkan kata-kata makian yang merendahkan martabat korban.

Dugaan tersebut menguat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang diduga dikirim korban kepada rekannya. Dalam pesan itu, korban meminta bantuan agar kejadian yang dialaminya diviralkan melalui akun Facebook Belu Update.

Ia menulis, “Kk bta bisa minta tlong ko. Tlong ksh viral ini laki sial ni. Dia su mbok dan bta dengan dia snd ada hubungan apa² takuju dia ksh rusak b pun barang bru begitu dia cuci maki beta blg bta perempuan lonte. Dan beta snd trima kah. Baru begitu dia ksh rusak b pun berang dan dia snd mau tagung rusak. Kk tlong. Dia kerja dia lapas kk. Dia pu nama de … kerja di lapas. Kejadian sekitar jam 12 lewat krna snd lht jam. Lokasi di kaffe kembar. Lapas kilo 3 ni kk. Tdk sempat foto kk soalnya krn emosi. Di atambua plza perjijan situ pas di ujung bersamping dng kaffe kembar. Sempat baadu mulut kk. Smpe sa dia kata² blg lon…”.

Isi percakapan tersebut menunjukkan tekanan emosional yang dialami korban serta dugaan adanya tindakan kekerasan dan penghinaan.

Hingga saat ini belum diperoleh informasi apakah korban telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada aparat penegak hukum.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Bambang Hendra Setyawan, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (14/2). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Ketiadaan klarifikasi dari pihak institusi justru memicu pertanyaan publik mengenai langkah penanganan internal terhadap dugaan pelanggaran etik dan pidana yang menyeret nama aparatnya.

Kasus ini menambah daftar dugaan kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan individu berlatar belakang aparat.

Publik kini menanti respons terbuka dan transparan dari pihak terkait guna memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum diproses sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa pandang bulu.(PETRA)* batastimor.com



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama