Kapolres Ngada, Andrey Valentino, mengatakan pihak
kepolisian masih menyelidiki motif pasti di balik peristiwa tersebut.
Menurut Andrey, korban diketahui memiliki riwayat
perilaku emosional dan sebelumnya pernah melakukan percobaan serupa beberapa
tahun lalu, namun saat itu berhasil diselamatkan warga.
“Korban memang tempramen dan sudah pernah melakukan
percobaan sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi, Senin (16/2/2026).
Polisi juga menyoroti faktor sosial dan ekonomi yang
diduga turut memengaruhi kondisi psikologis korban. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Kabupaten Ngada masih tergolong tinggi
dibandingkan rata-rata nasional.
Meski demikian, Andrey menyatakan bahwa pihaknya
masih terus mendalami berbagai kemungkinan penyebab dan belum dapat
menyimpulkan motif secara pasti.
Sementara itu, data Dinas Sosial Kabupaten Ngada per
Januari 2024 mencatat sebanyak 5.337 kepala keluarga atau 26.477 jiwa di
wilayah tersebut tergolong miskin ekstrem.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli
terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar, serta segera mencari
bantuan jika menghadapi tekanan berat. *** kompas.com
