Anomali iklim La Nina
sudah berakhir di Indonesia. Berdasarkan hasil monitoring indeks IOD dan ENSO,
Dasarian I Maret 2025 menunjukkan IOD berada pada kategori Netral dengan
indeks-0.31. Fase IOD Netral diprediksi akan bertahan hingga semester kedua
tahun 2025.
Sementara itu, anomali
suhu permukaan laut (SST) di Nino 3.4 menunjukkan indeks sebesar 0.30. Kondisi
ini mengindikasikan ENSO Netral dan diprediksi akan tetap Netral hingga
semester kedua tahun 2025.
Dilansir dari CNBC
Indonesia, pada April ini, wilayah seperti Lampung bagian timur, pesisir utara
Jawa bagian barat, pesisir Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat
(NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memasuki kemarau.
Pada Mei kemarau mulai
meluas, mencakup sebagian kecil Sumatra, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa
Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Bali, dan Papua bagian Selatan.
Sebanyak 403 ZOM
(57,7%) di Indonesia diprediksikan masuk musim kemarau pada periode April
hingga Juni 2025 dengan wilayah Nusa Tenggara merupakan wilayah yang
diprediksikan mengalami kemarau lebih awal dibanding wilayah lainnya.
Musim Kemarau 2025 di
Indonesia diprediksikan mulai sama hingga lebih lambat dari normalnya, mencakup
409 ZOM (59%) yang tersebar di Indonesia. Akumulasi curah hujan musim kemarau
di sebagian besar ZOM diprediksikan pada kategori Normal atau sama dengan
biasanya (tidak lebih basah atau tidak lebih kering).
Puncak musim kemarau
2025 diprediksi terjadi pada Agustus di sebagian besar ZOM di Indonesia.
Puncak Musim Kemarau
2025 diprediksi akan sama hingga maju atau datang lebih awal dari biasanya yang
mendominasi hampir keseluruhan wilayah Indonesia. Durasi musim kemarau di
berbagai wilayah Indonesia beragam dari yang singkat yaitu selama 6 dasarian/2
bulan pada sebagian Sumatera dan Kalimantan hingga yang lebih panjang lebih
dari 24 dasarian di sebagian Sulawesi.
Dalam dua tahun
terakhir, April menjadi salah satu bulan paling panas di Indonesia bahkan
dunia. Suhu udara rata-rata di Indonesia pada April 2024 menembus 27,74°C. Suhu
tersebut adalah yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir dan terpanas sepanjang
pencatatan suhu.
Rata-rata suhu April
2024 tercatat 15,03 °C ebih panas dari rata-rata suhu Juni 1850-1900. Anomali
suhu udara Indonesia pada April 2024 ini merupakan nilai anomali tertinggi
sepanjang periode pengamatan sejak 1981.
Pada Juni 2024 suhu
bumi tercatat 1,5 °C lebih panas dari rata-rata suhu Juni 1850-1900. Suhu
Juli 2024 sebagai bulan terhangat yang pernah tercatat dalam 175 tahun. Namun,
secara global, pada 21 Juli 2024 memecahkan rekor suhu global sebagai hari
terpanas di bumi dengan rata-rata 17,09 °C.
Rekor suhu tertinggi di
bumi adalah 56,7°C yang tercatat pada 10 Juli 1913 di Furnace Creek Ranch,
Death Valley, California, Amerika Serikat.
Jika dilihat dari
tingkat suhu April maka suhu April 2024 yang mencapai 27,74°C juga menjadi yang
tertinggi sejak 1981 atau 40 tahun terakhir. Suhu tertinggi pada April
sebelumnya tercatat pada April 2016 yakni 27,6 °C
Dalam catatan BMKG,
normal suhu udara klimatologis untuk April 2024 periode 1991-2020 di Indonesia
adalah sebesar 26.85 °C (dalam kisaran normal 20.08 °C – 28.63 °C).
Berdasarkan analisis
dari 115 stasiun pengamatan BMKG, suhu terpanas pada April 2024 dicatat Stasiun
Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur yani 29,8 °C sementara
yang terdingin dicatat Stasiun Meteorologi Silangit Tapanuli Utara yakni 20,5
°C.
Kendati suhu pada April
tahun ini melonjak tetapi levelnya belum masuk dalam terpanas dalam sejarah
Indonesia. Rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi adalah 40°C di Larantuka
(NTT) pada 5 September 2012.
Sejumlah negara-negara
di Asia Selatan dan Tenggara juga mengalami cuaca panas di akhir April tahun
lalu. Di India, cuaca mencapai 44 °C di beberapa lokasi dan di Bangladesh
penutupan sekolah dilakukan karena suhu ekstrem.
Di ASEAN Myanmar
menjadi negara dengan suhu tertinggi yakni 48,2 °C pada 28 April lalu. Pada
hari yang sama suhu mencapai 40 °C di pusat komersial Yangon dan 44 °C di kota
kedua Mandalay.
Di Filipina, pada 23
April 2024, suhu panas sempat menyentuh angka 47 °C hingga mengganggu aktivitas
manusia. Hingga sekolah pun didorong untuk dialihkan menjadi online.
Sementara di Thailand,
suhu tertinggi tercatat sebesar 44,2 °C pada 27 April 2024. Dampak dari suhu
yang panas tersebut yakni tercatat 30 orang tewas sepanjang tahun ini
Di Kamboja yang
menghadapi suhu tertinggi dalam 170 tahun terakhir yakni menyentuh angka 43-44
°C pada 30 April 2024. Alhasil, pemerintah menyarankan agar sekolah ditutup
untuk memberikan keselamatan bagi semua pihak. (*/cnb/rnc)