Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran
aplikasi pengaduan masyarakat dan E-Survei Kepuasan Masyarakat (E-SKM) yang
bertajuk "Ami Hato'o".
Peluncuran aplikasi itu merupakan sebuah inovasi
yang dirancang untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan,
akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung dalam
kegiatan Sosialisasi Proyek Perubahan dan Launching Inovasi Ami Hato'o untuk
Pengaduan dan E-Survei Kepuasan Masyarakat (E-SKM) di Kantor Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malaka, Rabu
(8/7/2026).
Inovasi tersebut merupakan implementasi proyek
perubahan yang digagas oleh peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN)
Tingkat II Angkatan III Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Rosalia Yeani
E.R. Lalo, SH, yang saat ini menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Malaka.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Malaka
Henri Melki Simu (HMS) secara resmi meluncurkan inovasi Sistem Integritas
Terpadu Akuntabilitas Modern, Profesional, Akuntabel dan Nyaman (SI TAMPAN)
sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan
mutu pelayanan kepada masyarakat.
Peluncuran tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah
Kabupaten Malaka, para Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD), serta Direktur RSUPP Betun.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki
Simu memberikan apresiasi atas inovasi yang digagas Rosalia Yeani ER Lalo.
AMI HATO'O - Pemkab Malaka saat meluncurkan aplikasi Ami Hato'o di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malaka, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kehadiran aplikasi Ami Hato'o menjadi langkah strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan pemerintah.
Ia menilai, melalui aplikasi tersebut masyarakat
kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menyampaikan pengaduan, aspirasi,
kritik maupun penilaian terhadap pelayanan yang diterima tanpa harus datang
langsung ke instansi pemerintah.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu
Asisten I yang telah menghadirkan terobosan dan inovasi baru ini untuk membantu
memperlancar pelayanan di Kabupaten Malaka," ujar Wabup Malaka yang lebih
dikenal HMS.
Wabup HMS juga mengajak seluruh perangkat daerah
agar tidak berhenti berinovasi.
Menurutnya, tantangan pelayanan publik ke depan
menuntut pemerintah daerah menghadirkan berbagai terobosan yang mampu
memberikan pelayanan yang cepat, mudah, efektif, dan berkualitas.
"Kita semua harus terus berinovasi agar
pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, mudah, dan berkualitas,"
tegasnya.
Sementara itu, Rosalia Yeani ER Lalo menjelaskan
bahwa inovasi SI TAMPAN diwujudkan melalui pengembangan Aplikasi Ami Hatoo,
yang memiliki makna Kami Melaporkan.
Aplikasi tersebut dirancang sebagai media pengaduan
masyarakat sekaligus sarana pelaksanaan E-Survei Kepuasan Masyarakat (E-SKM)
secara elektronik.
Menurut Rosalia, lahirnya inovasi tersebut didasari
kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, khususnya dalam
penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin profesional dan akuntabel.
Selain itu, pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP)
merupakan salah satu program strategis nasional yang wajib diwujudkan oleh
seluruh pemerintah daerah.
Karena itu, inovasi digital dinilai menjadi salah
satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan implementasi MPP di Kabupaten
Malaka.
"Puji Tuhan kita sudah melakukannya. Mari kita
bersama-sama berinovasi di seluruh OPD untuk membangun Kabupaten Malaka,"
ungkap Rosalia.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil
penilaian pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI maupun Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), kualitas
pelayanan publik di Kabupaten Malaka masih berada pada kategori yang belum
memuaskan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan
sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan
melalui berbagai inovasi pelayanan.
Karena itu, kehadiran SI TAMPAN beserta aplikasi Ami
Hato'o diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas
pelayanan publik, memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan,
mempercepat penanganan pengaduan masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan
masyarakat dalam memberikan masukan terhadap kinerja pemerintah daerah.
"Melalui inovasi ini, setiap masukan dan
pengaduan masyarakat diharapkan dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat,
terukur, dan terdokumentasi. Sementara hasil survei kepuasan masyarakat akan
menjadi bahan evaluasi bagi setiap perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas
pelayanan," pungkasnya. (ito). *** poskupang.com

