banner Sekolah Lumpuh, Siswa Terlantar: Guru SDK Bolan Kabupaten Malaka Buka-Bukaan Soal Kepemimpinan Kepala Sekolah

Sekolah Lumpuh, Siswa Terlantar: Guru SDK Bolan Kabupaten Malaka Buka-Bukaan Soal Kepemimpinan Kepala Sekolah



Suara Numbei News - Aksi mogok mengajar yang dilakukan para guru di SDK Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Senin (3/8/2026), disebut bukan terjadi secara spontan.

Para guru mengaku aksi tersebut merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan, terutama menyangkut kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Salah seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama, Antonia Selan, S.Ag, mengatakan keputusan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar diambil setelah rapat pembagian tugas bersama kepala sekolah pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sebelumnya tidak menghasilkan kesepakatan.

"Hari ini kami mogok. Hal ini salah satunya disebabkan karena hari Sabtu kemarin kami ada rapat pembagian tugas bersama kepala sekolah, tetapi rapat itu tidak sampai selesai dan tidak menghasilkan keputusan. Karena itu, hari ini kami mogok mengajar," ujar Antonia, saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang guru, disaksikan sejumlah guru lainnya.

Menurut Antonia, persoalan yang mereka hadapi tidak hanya berkaitan dengan pembagian tugas, tetapi juga menyangkut pola kepemimpinan kepala sekolah sejak mulai menjabat pada Juni 2025. Ia menilai kepala sekolah belum menjalankan fungsi kepemimpinan secara optimal sehingga banyak urusan sekolah akhirnya ditangani oleh para guru.

Ia mengklaim bahwa kepala sekolah kerap datang ke sekolah pada pukul 09.00 hingga 10.00 WITA, sementara guru dan siswa telah hadir lebih awal sesuai jadwal yang berlaku. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pelaksanaan aktivitas sekolah sejak pagi lebih banyak berjalan atas inisiatif para guru.

"Sejak beliau menjadi kepala sekolah, kegiatan belajar mengajar dari pagi sampai siang lebih banyak diatur oleh guru-guru. Kepala sekolah hanya seperti lambang saja. Beliau tidak pernah menunjukkan perannya sebagai seorang kepala sekolah," katanya.

Antonia juga menyoroti persoalan kedisiplinan pimpinan sekolah yang dinilainya berdampak terhadap pengelolaan lembaga pendidikan. Menurut dia, seorang kepala sekolah seharusnya menjadi teladan bagi guru maupun peserta didik dalam hal disiplin waktu dan kepemimpinan.

"Kalau kepala sekolah setiap hari datang jam sembilan atau jam sepuluh, bagaimana kita mau mengatur guru dan siswa. Sejak beliau menjabat, kegiatan belajar mengajar, ujian maupun kegiatan-kegiatan lain lebih banyak kami guru yang mengambil inisiatif sendiri," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengaku para guru merasa harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar agar roda pendidikan di SDK Bolan tetap berjalan. Menurutnya, apabila para guru hanya menunggu arahan kepala sekolah, berbagai kegiatan akademik dikhawatirkan tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

Antonia menjelaskan bahwa kepala sekolah tersebut telah bertugas sebagai guru di SDK Bolan sejak 1999. Namun, yang bersangkutan baru dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah pada Juni 2025. Sejak saat itu, kata dia, para guru mulai merasakan berbagai persoalan yang akhirnya memuncak hingga berujung pada aksi mogok mengajar.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas belajar mengajar di SDK Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, lumpuh total akibat aksi mogok mengajar yang dilakukan para guru, Senin (3/8/2026).

Sejak pagi hingga jam sekolah usai, tidak satu pun proses pembelajaran dilaksanakan sehingga ratusan siswa hanya berada di lingkungan sekolah tanpa mendapatkan pelayanan pendidikan sebagaimana mestinya.

Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi menunjukkan suasana sekolah yang tidak biasa. Ruang-ruang kelas tampak terbuka, namun tanpa kehadiran guru untuk memulai kegiatan belajar. Sejumlah siswa memilih tetap duduk di dalam kelas sambil menunggu kepastian dimulainya pelajaran.

Sebagian lainnya terlihat berkumpul di halaman sekolah, bermain bersama teman-teman mereka, bahkan ada yang bermain sepak bola di lapangan kecil di samping pagar sekolah dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Di sisi lain, para guru memilih berkumpul di ruang guru sebagai bentuk protes. Beberapa guru tampak duduk di dalam ruangan, sementara yang lain berada di teras sekolah sambil mengamati aktivitas para siswa yang bermain di luar kelas.

Mereka tetap berada di lingkungan sekolah, namun tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan internal yang mereka nilai sudah berlangsung cukup lama.

Saat ditemui, para guru menjelaskan bahwa aksi mogok mengajar tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Mereka menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan sejak kepala sekolah menjabat telah memicu ketidakpuasan di kalangan tenaga pendidik dan berdampak pada hubungan kerja di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaian mereka, para guru mengemukakan beberapa poin yang menjadi alasan aksi tersebut. Mereka menilai proses perekrutan tenaga guru dilakukan dengan pola yang mengarah pada praktik nepotisme. Selain itu, mereka juga mempertanyakan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak dilaksanakan secara transparan kepada seluruh guru.

Tidak hanya itu, para guru juga menyoroti lemahnya penegakan disiplin di lingkungan sekolah. Mereka menilai aturan yang berlaku belum diterapkan secara efektif sehingga berpengaruh terhadap tata kelola sekolah. Di samping itu, mereka juga mengaku kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan karena kepala sekolah dinilai tidak membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan para tenaga pendidik.

Aksi mogok tersebut berdampak langsung terhadap para siswa yang kehilangan kesempatan mengikuti proses pembelajaran. Hingga siang hari, para murid hanya menghabiskan waktu di lingkungan sekolah tanpa adanya kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan. (ito)

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama