Jenazah Ferry dipulangkan ke Indonesia dan tiba di
Bandara El Tari Kupang, Minggu (12/7/2026), sebelum diberangkatkan ke kampung
halamannya di Kabupaten Belu untuk dimakamkan.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, mengatakan jenazah Ferry diterbangkan
dari Malaysia menggunakan pesawat Citilink.
"Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat
Citilink QG602 dan tiba di Bandara El Tari pagi ini sekitar pukul 06.00
Wita," kata Suratmi kepada Kompas.com, Minggu.
Hilang Sejak
Akhir Pekan Lalu
Berdasarkan laporan Polis Diraja Malaysia, Ferry
sempat dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah sejak Minggu (5/7/2026)
sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Sebelum dinyatakan hilang, korban diketahui pergi
memasang jerat di kawasan perkebunan kelapa sawit Jaya Masang, Sandakan, Sabah,
Malaysia.
Keesokan harinya, Senin (6/7/2026) sekitar pukul
09.00 waktu setempat, sejumlah pekerja perkebunan melakukan pencarian dan
menemukan Ferry telah meninggal dunia di area perkebunan yang berbatasan dengan
lokasi tempatnya bekerja.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit
Kota Kinabatangan untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi.
Luka Tembak di
Bagian Jantung
Hasil autopsi menunjukkan Ferry meninggal akibat
luka tembak yang mengenai bagian jantung.
"Almarhum bekerja sebagai penjaga kebun.
Berdasarkan data yang kami terima, korban diduga ditembak," ujar Suratmi.
Ia menambahkan, setelah seluruh proses administrasi
dan pemulangan selesai, jenazah Ferry dibawa ke Kabupaten Belu untuk diserahkan
kepada pihak keluarga dan dimakamkan.
Sumber: Kompas.com
