Penemuan tersebut menggegerkan warga setempat dan
kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Bayi malang itu pertama kali
ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA oleh seorang warga bernama Domitianus Bonat
yang sedang berjalan menuju kebunnya. Saat melintas di pinggir jalan, ia
melihat sebuah kardus berwarna cokelat yang tampak mencurigakan. Setelah
didekati dan diperiksa, Domitianus terkejut karena di dalam kardus tersebut
terdapat seorang bayi perempuan yang masih hidup.
Menyadari situasi tersebut, Domitianus segera
menghubungi warga lainnya, Erens Teinati, untuk bersama-sama mengamankan lokasi
penemuan. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan kepada Polsek Amarasi serta
petugas medis dari Puskesmas Oekabiti.
Sekitar pukul 07.00 WITA, personel piket Polsek
Amarasi bersama tim medis tiba di lokasi kejadian. Petugas menemukan bayi
tersebut dalam keadaan dibalut handuk berwarna abu-abu dan dialasi sprei
berwarna merah muda di dalam kardus. Bayi kemudian langsung dievakuasi ke
Puskesmas Oekabiti guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan
Lusiana Kardosa, A.Md.Keb dan Afliana Tanesib, A.Md.Keb pada pukul 07.30 WITA
menunjukkan bahwa bayi diperkirakan berusia sekitar 38 jam atau lebih dari satu
hari. Bayi memiliki berat badan 2.450 gram, panjang badan 49 sentimeter,
lingkar kepala 31 sentimeter, lingkar dada 32 sentimeter, dan lingkar perut 32
sentimeter.
Dari hasil observasi tanda-tanda vital, bayi
dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya kelainan fisik. Meski
demikian, bayi tetap menjalani perawatan intensif untuk memastikan kondisi
kesehatannya tetap stabil.
Sementara itu, Polsek Amarasi telah melakukan
langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang diduga tega meninggalkan
bayi tersebut di lokasi yang sepi. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari
para saksi serta menelusuri kemungkinan adanya petunjuk lain di sekitar tempat
kejadian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian. Kerja sama masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku sehingga dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya
kepedulian sosial dan perlindungan terhadap anak. Warga berharap pelaku segera
ditemukan, sementara bayi perempuan tersebut dapat memperoleh perlindungan,
perawatan, dan masa depan yang lebih baik. ***tribratanewskupang.com
