banner Viral Siswa SD Menyeberangi Kali Oelfab, TNI Siapkan Rencana Jembatan Beton 42 Mete

Viral Siswa SD Menyeberangi Kali Oelfab, TNI Siapkan Rencana Jembatan Beton 42 Mete

TINJAU - Danramil 1618-02/Miobar Kapten Inf Adolfo Mendonsa bersama Babinsa dan Tim Zibang Kupang IX/1-A meninjau titik lokasi pembangunan jembatan di Kali Oelfab 



Suara Numbei News - Kondisi puluhan siswa SDN Oelfab di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang harus melintasi kawasan Kali Oelfab untuk beraktivitas mendapat perhatian serius dari jajaran TNI.

Personel Kodim 1618/TTU turun langsung ke lokasi setelah kondisi tersebut viral di media sosial. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus melihat kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung yang lebih aman.

Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., menginstruksikan Danramil 1618-02/Miobar Kapten Inf Adolfo Mendonsa bersama Babinsa untuk meninjau lokasi.

"Kita bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung di lokasi. Informasi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredarnya video berdurasi kurang lebih 30 detik yang memperlihatkan aktivitas anak-anak sekolah saat melintasi kawasan kali tersebut," ujar Bambang, Jumat (28/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Danramil dan Babinsa turut mendampingi Tim Zibang Kupang IX/1-A untuk melihat langsung kondisi medan dan geografis Kali Oelfab. Peninjauan ini menjadi bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan jembatan di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil pengukuran awal, jembatan yang direncanakan akan dibangun berupa jembatan beton dengan ukuran sekitar 42 meter x 6 meter.

Menurut Bambang, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena lokasi Kali Oelfab merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan masyarakat dengan wilayah permukiman dan berbagai fasilitas pelayanan.

Akses tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi jalur bagi warga untuk menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan, mengangkut hasil kebun, menuju sekolah, serta mendukung pelayanan kesehatan.

"Khususnya ketika tenaga medis harus menjangkau masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi medan yang cukup menantang," jelasnya.

Keberadaan jembatan juga dinilai penting bagi anak-anak sekolah. Selama ini, kondisi medan dan akses penyeberangan menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi dalam perjalanan menuju maupun dari sekolah.

Bambang menegaskan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan kepentingan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian TNI di wilayah.

Menurutnya, pengecekan langsung di lapangan diperlukan agar setiap rencana pembangunan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar, tetapi benar-benar mempertimbangkan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, aspek teknis, serta faktor keamanan.

"TNI hadir tidak hanya ketika memulai pembangunan, tetapi juga mencari solusi atas persoalan masyarakat," tegasnya.

Selanjutnya, Kodim 1618/TTU akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar rencana pembangunan jembatan di Kali Oelfab dapat dipersiapkan secara matang.

Jika terealisasi, jembatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik antarkawasan, tetapi juga membuka akses yang lebih aman bagi anak-anak untuk bersekolah, memudahkan masyarakat membawa hasil kebun, serta mempercepat pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah Dusun Oelfab.

Bagi masyarakat Oelfab, jembatan itu bukan sekadar beton yang membentang di atas kali. Ia adalah jalan menuju sekolah, pelayanan kesehatan, kehidupan ekonomi, dan masa depan yang lebih mudah dijangkau. *** poskupang.com



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama