banner Bertambah Lagi! Korban Dugaan Pencabulan Guru Honorer di Sumba Barat Capai 14 Anak

Bertambah Lagi! Korban Dugaan Pencabulan Guru Honorer di Sumba Barat Capai 14 Anak



Suara Numbei News - Jumlah anak yang diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang guru honorer berinisial MM di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali bertambah.

Sebelumnya, polisi mencatat terdapat 13 anak yang diduga menjadi korban. Namun, jumlah tersebut kini bertambah menjadi 14 anak, setelah seorang korban baru bersama orangtuanya melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Sumba Barat, Ipda Ruslan M. Amin, membenarkan adanya penambahan jumlah korban tersebut. Menurutnya, korban terbaru datang bersama orangtuanya ke Posko Pengaduan Polres Sumba Barat pada Selasa (8/9/2026) malam.

"Dari 13 korban, sudah menjadi 14 sekarang," kata Ruslan kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2026).

Korban Diperiksa Unit PPA

Setelah menerima laporan tersebut, polisi kemudian meminta keterangan dari korban bersama orangtuanya. Pemeriksaan dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumba Barat.

Ruslan menjelaskan, Posko Pengaduan telah dibuka sejak 29 Agustus 2026. Pembukaan posko tersebut bertepatan dengan laporan polisi yang dibuat oleh salah satu orangtua korban.

Posko itu disiapkan untuk memberikan ruang bagi anak maupun orangtua yang memiliki informasi berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh tersangka.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait perkara tersebut agar menyampaikannya kepada penyidik.

Guru Honorer Telah Ditetapkan sebagai Tersangka

Kasus dugaan pencabulan terhadap anak tersebut terjadi di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Perkara itu kini ditangani oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Barat.

"Kami telah menindaklanjuti laporan terkait dugaan tindak pidana percabulan terhadap anak yang terjadi di salah satu sekolah dasar yang berada di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat," ujar Ruslan.

MM diketahui merupakan tenaga guru honorer di sekolah tersebut. Polisi telah menetapkan MM sebagai tersangka dan menahannya di sel tahanan Polres Sumba Barat.

Kasus Terungkap dari Laporan Sejumlah Orangtua

Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah siswa dan siswi bersama orangtua mereka mengungkap dugaan perbuatan yang dilakukan oleh tersangka.

Para orangtua korban kemudian melaporkan perkara tersebut ke Polres Sumba Barat pada 29 Agustus 2026.

Seiring bertambahnya laporan, jumlah anak yang diduga menjadi korban kini mencapai 14 orang.

Hingga saat ini, penyidik masih melanjutkan proses hukum terhadap tersangka. Polisi juga berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mempersiapkan tahapan penanganan perkara selanjutnya.

Proses hukum terhadap kasus tersebut masih berlangsung. Polisi juga terus membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan perkara tersebut. *** kompas.com



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama