Aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) merupakan
sistem resmi yang digunakan satuan pendidikan untuk mengelola dan memperbarui
data pendidikan. Data yang tersimpan di dalamnya menjadi salah satu sumber
penting bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penyusunan
kebijakan, perencanaan program, penyaluran bantuan pemerintah, evaluasi
pendidikan, hingga berbagai layanan pendidikan lainnya.
Karena memiliki peran penting, akurasi dan pembaruan
data Dapodik menjadi hal yang sangat krusial bagi setiap satuan pendidikan.
Namun dalam praktiknya, proses sinkronisasi tidak
selalu berjalan mulus. Sinkronisasi dapat mengalami kegagalan karena sejumlah
faktor, antara lain masih terdapat data berstatus Invalid, koneksi internet
tidak stabil, server Dapodik sedang padat, atau aplikasi yang digunakan belum
diperbarui ke versi terbaru.
Bagi operator dan satuan pendidikan yang mengalami
kendala tersebut, berikut beberapa langkah yang dapat dicoba.
1. Bersihkan
Riwayat Browser
Langkah pertama adalah membersihkan history, cache,
dan cookie pada browser yang digunakan untuk mengakses Dapodik.
Caranya:
·
Buka browser
yang biasa digunakan untuk mengakses Dapodik.
·
Klik ikon tiga
titik di pojok kanan atas.
·
Pilih Delete
Browsing Data atau tekan Ctrl + Shift + Delete pada keyboard.
·
Pilih rentang
waktu All Time.
·
Hapus history,
cache, dan cookie.
·
Setelah proses
selesai, tutup browser.
·
Buka kembali
Dapodik.
·
Coba lakukan
sinkronisasi kembali.
Jika sinkronisasi masih gagal, proses tersebut dapat
dicoba kembali. Apabila diperlukan, restart komputer sebelum melakukan percobaan
berikutnya.
2. Coba
Menggunakan Mode Incognito
Apabila membersihkan riwayat browser belum
menyelesaikan masalah, pengguna dapat mencoba melakukan sinkronisasi melalui Mode
Incognito atau Mode Penyamaran.
Untuk pengguna Google Chrome, langkahnya sebagai berikut:
·
Buka Google
Chrome.
·
Klik ikon tiga
titik di pojok kanan atas.
·
Pilih New
Incognito Window.
·
Akses aplikasi
Dapodik melalui jendela tersebut.
·
Masuk
menggunakan akun Kepala Sekolah.
·
Sebelum
melakukan sinkronisasi, jalankan Validasi Lokal terlebih dahulu.
·
Pastikan Tidak
Ada Data Invalid
·
Tahap validasi
menjadi bagian penting sebelum sinkronisasi dilakukan.
Periksa seluruh bagian data, meliputi:
·
Sekolah
·
Sarana dan
Prasarana (Sarpras)
·
GTK
·
Rombongan
Belajar
·
Nilai
·
Referensi
Pastikan tidak terdapat data berstatus Invalid. Jika
masih ada data yang bermasalah, lakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum
melanjutkan proses sinkronisasi.
3. Berikan
Persetujuan Kepala Sekolah
Setelah seluruh data dinyatakan valid, buka menu Sinkronisasi.
Sistem akan menampilkan notifikasi persetujuan
pengiriman data yang memuat pernyataan Kepala Sekolah mengenai kebenaran dan
integritas data yang akan dikirim.
Kepala Sekolah perlu memberikan persetujuan dengan
memilih tombol Setuju.
Setelah itu, klik Sinkronisasi untuk memulai proses
pengiriman data ke server Dapodik.
4. Pastikan
Internet Stabil
Koneksi internet juga menjadi salah satu faktor
penting dalam proses sinkronisasi.
Sebelum menekan tombol sinkronisasi, pastikan
jaringan internet dalam kondisi stabil dan tidak sering terputus. Hindari
melakukan sinkronisasi ketika koneksi sedang sangat lemah atau tidak konsisten.
Jika seluruh langkah telah dilakukan tetapi
sinkronisasi masih gagal, periksa kembali kemungkinan adanya data Invalid,
pembaruan aplikasi, maupun gangguan pada server Dapodik.
Jangan Terburu-buru, Periksa Data Terlebih Dahulu
Kegagalan sinkronisasi tidak selalu berarti terjadi
kerusakan pada aplikasi. Dalam banyak kasus, persoalan dapat berasal dari data
yang belum valid, browser, jaringan internet, atau kondisi server.
Karena itu, langkah terbaik adalah melakukan
pemeriksaan secara bertahap: validasi data, bersihkan browser, gunakan mode
Incognito, pastikan aplikasi diperbarui, kemudian coba sinkronisasi kembali
dengan jaringan internet yang stabil.
Data yang akurat bukan sekadar kewajiban
administrasi. Di balik setiap data yang dikirim melalui Dapodik, ada
perencanaan pendidikan dan berbagai kebijakan yang menyangkut masa depan
peserta didik.
