banner Geger! Betrand Peto Dilaporkan Dugaan TPKS, Polisi Masih Bongkar Duduk Perkara

Geger! Betrand Peto Dilaporkan Dugaan TPKS, Polisi Masih Bongkar Duduk Perkara



Suara Numbei News - Nama Betrand Peto Putra Onsu menjadi sorotan publik setelah dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, polisi belum mengungkap secara rinci identitas pelapor maupun kronologi perkara.

“Iya benar (Betrand Peto) dilaporkan,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).

Budi menjelaskan, laporan dugaan TPKS tersebut dibuat pada Sabtu pagi. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara utuh perkara yang dilaporkan.

“Dilaporkan tadi Sabtu pagi terkait dugaan TPKS. LP-nya baru tadi pagi,” ujarnya.

Bermula dari Unggahan di Media Sosial

Sebelum laporan tersebut dikonfirmasi oleh kepolisian, isu mengenai perkara ini lebih dahulu ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Threads.

Sebuah akun mengunggah informasi mengenai dugaan keributan yang melibatkan seorang anak artis bersama sejumlah temannya di sebuah tempat hiburan. Dalam unggahan tersebut, muncul tudingan mengenai dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap seorang perempuan.

Unggahan itu juga memuat klaim mengenai dugaan pemerkosaan. Namun, informasi tersebut pada awalnya hanya berasal dari media sosial dan belum seluruhnya mendapatkan konfirmasi resmi dari kepolisian.

Nama Betrand Peto tidak disebut secara langsung dalam unggahan tersebut. Sosok yang disebut sebagai “anak artis” kemudian ramai dikaitkan oleh warganet dengan Betrand Peto.

Karena itu, berbagai informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara hati-hati dan tidak serta-merta dianggap sebagai fakta hukum.

Ruben Onsu Mengaku Belum Mengetahui Detail Perkara

Di tengah ramainya kabar tersebut, Ruben Onsu mengaku belum mengetahui secara detail mengenai laporan yang disebut menyeret anak angkatnya.

“Belum, belum, aku belum. Sorry guys, sorry guys, sorry guys,” ujar Ruben saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Ruben mengatakan dirinya belum mengetahui duduk perkara secara utuh sehingga belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh.

“Gue aja belum tahu, gimana nanggapinnya,” katanya.

Dalam pernyataan lain yang disampaikan pada Minggu (13/9/2026), Ruben menyatakan masih menunggu informasi yang lebih lengkap, termasuk penjelasan dari pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian. Ia juga menyatakan akan bersikap kooperatif terkait persoalan tersebut.

Polisi Masih Mendalami Laporan

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan TPKS tersebut. Identitas pelapor, kronologi lengkap kejadian, serta bukti-bukti yang dilaporkan belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Dengan proses hukum yang masih berjalan, tudingan yang beredar di media sosial belum dapat diposisikan sebagai fakta hukum sebelum melalui proses penyelidikan dan penyidikan.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan terhadap Betrand Peto. Masyarakat kini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengetahui secara lebih jelas duduk perkara sebenarnya.

***

Catatan: Dalam pemberitaan kasus dugaan kekerasan seksual, penting untuk membedakan antara laporan polisi, dugaan, dan fakta yang telah terbukti secara hukum. Penyebutan seseorang sebagai pelaku sebelum adanya proses hukum yang berkekuatan tetap dapat menyesatkan dan merugikan pihak-pihak yang terlibat.

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama