banner Kepercayaan yang Dikhianati: Guru Honorer di Sumba Barat Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan 13 Murid

Kepercayaan yang Dikhianati: Guru Honorer di Sumba Barat Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan 13 Murid

Ilustrasi


Suara Numbei News - Satreskrim Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan MM (31), seorang guru honorer sebagai tersangka atas kasus dugaan pencabulan terhadap 13 murid.

Korban terdiri dari siswa dan siswi salah satu SD di Kecamatan Kota Waikabubak, tempat tersangka mengajar.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah sejumlah korban dan orang tua buka suara mengenai dugaan perbuatan yang dilakukan MM.

Para orang tua korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumba Barat pada 29 Agustus 2026.

Kasi Humas Polres Sumba Barat, Ipda Ruslan M. Amin mengatakan, kini MM telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti.

"Pelaku sudah ditetapkan tersangka setelah Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Barat memeriksa sejumlah saksi," kata Ruslan kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026).

Tersangka Langsung Ditahan

Selain memeriksa saksi, penyidik juga melakukan pemeriksaan psikologis serta meminta keterangan ahli untuk melengkapi alat bukti.

"Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai saksi," ujar Ruslan.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, MM langsung ditahan di ruang tahanan Polres Sumba Barat.

Ruslan mengatakan, penahanan dilakukan untuk kepentingan proses penyidikan dan berlangsung selama 20 hari ke depan.

Selanjutnya, penyidik berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk mempercepat proses penanganan perkara tersebut.

Sumber: Kompas.com, 6 September 2026.




 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama