Selamat Jalan Mama Sr. Albertha, SSpS (Sajak Duka dari Kami Untukmu)

Selamat Jalan Mama Sr. Albertha, SSpS (Sajak Duka dari Kami Untukmu)



 

Hujan Mengguyur kampung kita Numbei,

bersama jemari lemah tak kuasa mengenggam,

bersama peluk yang melingkar di ruang kosong,

hanya lengang sendiri dan membisu...

 


waktu mengalir menuju ke hilir langkahmu pun telah sampai mengemas

takdir tunas-tunas yang kau tanam di sebentang taman

telah tumbuh dengan bernas merimbuni pelataran

 


sekuntum melati telah gugur di akhir senja menjelang jam kerahiman Ilahi

lalu angin menerbangkannya menuju khalik

mengantar beribu doa untukmu Mama Sr. Albertha, SSpS

matamu tabah memeram luka

Menyamarkan keruh genang airmata

 


Gelakmu lindap membentur pintu dadaku, patah

Dari balik dada retap jantungku gaduh membaca ungu rautmu.

kematian adalah kepulangan paling lapang, menuju Tuhan

Rentankan ikhlasmu untuk jalan sulur perempuan yang menghantarmu ke rahim semesta

 


kabar kepergianmu datang juga ke kampungmu Numbei, Rai Moris fatik

bersama kerumunan bunga-bunga kuning tabebuya

yang serupa kunang-kunang lahir perlahan dari ketiak dahan dan bertahan

hingga ujung musim penghujan menggugurkan seluruh daun-daunnya sempurna sepanjang jalan

 

Di Cawan Terakhir 


Memaknai duka dengan cawan perjamuan terakhir, rawan rasanya. Kalender terkelupas, koyak dari dinding. Angka serupa merah daging, luka; 


Mereka telah mengelopeknya dengan diam. Lapis demi lapis, mencipta tangis sendiri, perih sendiri. Geraham serupa gemeretak pisau atau pedang. Sakit pun tak sudi berbagi. 


"Telah dicari Tuhan di alir kelopak air mata itu. Meski penyamun, sungguh mereka tak ingin Ia pergi." 


Pada mezbah, tulang-tulang bergemeretak. Daging-daging berkeriyut. Mati atau bertahan hidup; sekarat dengan gigil dan doa. 

 

Tapi tingkap altar terbuka, tak pernah bergembok. Menyusun requiem. Lantunan misa - penyerahan dini hari atau malam yang jahanam. 


"Telah dicari-Nya para musafir di seantero derita, ke mana-mana. Sesungguhnya Tuhan juga tak ingin mereka pergi..." 


Selamat Jalan Mama Sr. Alberta, SSpS

Bahagialah bersama Para kudus di surga

 Rabu, 23 Februari 2022



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama