banner Kolaborasi Polda NTT dan Densus Telusuri Kelompok Aliran Sesat yang Tersebar di Manggarai Raya

Kolaborasi Polda NTT dan Densus Telusuri Kelompok Aliran Sesat yang Tersebar di Manggarai Raya

Polda NTT dan Densus Telusuri Kelompok Aliran Sesat yang Tersebar di Manggarai Raya (Ilustrasi Anggota Densus 88 (Foto file - Anadolu Agency))


Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk)Kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus bersama Polres jajaran terus memantau terbentuknya kelompok aliran sesat.

Dengan melibatkan Detasemen khusus (Densus), upaya tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini soal isu kelompok aliran sesat yang tersebar di wilayah Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, beberapa waktu belakangan.

Masyarakat kemudian diminta agar pro aktif melaporkan kepada pihak berwajib apabila mendapati aktivitas kelompok-kelompok aliran kepercayaan yang berbau radikalisme dan menyerang agama kepercayaan umat serta bertentangan dengan ideologi negara sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan dari kelompok-kelompok yang dianggap aliran sesat, terutama kegiatan bernuansa keagamaan, terlebih bertentangan dengan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, Jumat (26/8) mengutip POS-KUPANG.COM

Pihaknya turut meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap ajakan mengikuti kegiatan-kegiatan bernuansa keagamaan yang mengarah pada ketidakpatuhan terhadap Pancasila dan NKRI. floreseditorial.com


 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama