Sepenggal Senja di Kampung Numbei, Desa Kateri Kabupaten Malaka NTT (Syair Jalanan Sunyi)

Sepenggal Senja di Kampung Numbei, Desa Kateri Kabupaten Malaka NTT (Syair Jalanan Sunyi)

Secuil senja di musim banjir Benanain, Masyarakat Numbei mencari ikan dan udang


Waktu menapaki tanah Numbei
Amat perlahan di jalanan-jalanan kota Betun menuju kampung terisolasi Numbei, salah satu dusun dari Desa Kateri Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka
Setiap hari mengukir sepenggal senja
Waktu pengin tinggal abadi padanya
Waktu tak akan pergi darinya

Ada bagian darinya yang sedang memasuki senja
Dan siap tenggelam dalam kegelapan malam
Ada bagian yang sedang memancarkan kepulan asap di kejauhan
Di puncak Kulu yang selalu memijarkan bara api dari kebun petani yang mempersiapkan laharnya
Dari mulutnya meleleh lahar panas dan lahar dingin
Mengantarkan waktu dengan matahari baru di fajar hari
Numbei tak kentara sedang menata kebangkitan
Sejengkal bumi penuh harapan

Di atas jalanan-jalanan desa
Orang-orang Numbei menapaki jalan sunyi
Dengan Rosario  di tangan
Mereka bergumam sambil mulut komat-kamit:

“jadikan aku ya Tuhan, bagian dari api yang membakar matahari
yang beredar membuka fajar hari
agar sebelum tiba hariku nanti
aku bisa membedakan mana semburan palsu
mana api yang sejati
hingga akhirlah waktuku”

Senja Numbei senantiasa mengulangi sumpah cintanya
Jika dari mulut anak-anaknya ia cium bau harum karena kemuliaan hati mereka
Maka dijunjungnya mereka menggapai Pencipta semesta alam
Jika dari badan mereka ia hirup bau busuk karena ambisi dan keserakahan
Maka usia mereka menjadi sampah
ia campakkan mereka ke ruang-ruang kehinaan

 ***

Jalan Sunyi sudut Kampung Numbei

Minggu, 20 November 2022



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama