banner Fenomena El Nino, BPBD Provinsi NTT Akan Ajukan Status Bencana Kekeringan

Fenomena El Nino, BPBD Provinsi NTT Akan Ajukan Status Bencana Kekeringan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo. (Beritasatu.com/David Wilson)


Setapak Rai Numbei (Dalan Inuk) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan akan mengajukan status bencana kekeringan kepada penjabat gubernur NTT.

Alasan pengajuan status bencana kekeringan ini terkait ancaman gagal panen dan gagal tanam karena kurangnya musim hujan akibat dampak dari fenomena el nino. 

BPBD NTT sedang melakukan analisis dan penelaahan data yang bersumber dari kelompok kerja penanganan bencana kekeringan. 

"Berdasarkan hasil analisis dan penelaahan data ini, satu atau dua hari ke depan, kami akan memberikan rekomendasi kepada kepala BPBD untuk mengajukan status kebencanaan kekeringan kepada penjabat gubernur NTT," ujar Ambrosius Kodo, Rabu (17/1/2024).

Ia mengakui, pihaknya telah menerima informasi dari pemerintah kabupaten/kota terkait kondisi curah hujan yang tidak stabil serta persediaan air yang sudah sangat memperihatinkan menyebabkan banyak petani yang belum menanam. 

"Sehingga dari hasil rapat kemarin dan berdasarkan data dan informasi yang masuk, kami akan mengusulkan kepada penjabat gubernur NTT untuk menetapkan status bencana kekeringan," terangnya. 

Dengan adanya pergeseran musim hujan yang terjadi saat ini, pemerintah menyarankan kepada petani untuk tidak menanam padi dan beralih ke tanaman palawija. 

"Karena kalau puncak musim hujan terjadi pada bulan Februari maka sebaiknya kita beralih pada tanaman palawija yang paling pas untuk petani produksi dan sekaligus menjadi cadangan pangan," tutupnya. *** beritasatu.com



 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama