Cerita Dongeng Kisah Putri Embun: Keberanian, Keajaiban, dan Cinta Sejati | Cerita Rakyat Pulau Timor

Cerita Dongeng Kisah Putri Embun: Keberanian, Keajaiban, dan Cinta Sejati | Cerita Rakyat Pulau Timor



Suara Numbei News - Pada suatu zaman di sebuah kerajaan yang besar, hiduplah seorang raja yang dikenal karena kebijaksanaan dan keadilan dalam memerintah. 

Raja ini memiliki seorang istri yang sangat cantik, dan kehidupan di istana terasa begitu bahagia.

Suatu hari, raja merasa ingin berburu. 

Dia memerintahkan para abdi untuk menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan, dan bersama mereka, raja berangkat ke hutan. 

Mereka mengejar dan membunuh binatang buruan seperti babi hutan dan rusa.

Ketika malam tiba, mereka memutuskan untuk mendirikan perkemahan sementara di hutan dan menunggu fajar. 

Namun, tengah malam, raja mendengar jeritan yang menggema di kejauhan. 

Meskipun ragu, raja akhirnya memutuskan untuk memeriksa suara itu sendiri, tanpa memberi tahu para abdinya.

Di semak belukar, raja menemukan seorang putri yang terluka dan kesakitan. 

Wajahnya begitu cantik seperti embun pagi. Raja dengan cepat membantu putri tersebut, dan dia mengungkapkan bahwa dia telah menderita kedinginan sepanjang malam.

Ketika matahari terbit, mereka kembali ke perkemahan. 

Raja merasa penasaran dan bertanya kepada putri tersebut mengapa dia menangis sepanjang malam. 

Putri itu menjawab bahwa dia kedinginan. 

Raja sangat terharu dan menghargai kesederhanaan putri itu.

Mereka kembali ke istana, dan raja memutuskan untuk mengangkat putri itu menjadi anak angkat dan memberinya nama Feto Kamun. 

Putri ini tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik, dan karena itulah, permaisuri merasa iri kepadanya.

Permaisuri memiliki cermin ajaib yang bisa memberikan jawaban tentang siapa yang paling cantik. 

Namun, ketika dia bertanya kepada cermin tersebut, cermin menjawab bahwa Putri Embun lebih cantik darinya. 

Permaisuri marah dan mulai merencanakan kejahatan.

Dia mencoba meracuni Putri Embun dengan menyelipkan racun ke dalam makanan. 

Meskipun Putri Embun pingsan, keajaiban menyelamatkannya kembali di hutan.

Namun, permaisuri tak pernah berhenti. 

Dia membeli sepatu beracun dan memberikannya kepada Putri Embun. 

Putri ini juga hampir mati, tapi kali ini seorang pangeran yang baik hati menyelamatkannya. 

Mereka jatuh cinta dan menikah.

Pernikahan mereka dirayakan dengan penuh kebahagiaan. 

Namun, permaisuri merasa malu dan akhirnya bunuh diri.

Akhirnya, Putri Embun dan pangeran hidup bahagia dan adil dalam memerintah kerajaan mereka,

menunjukkan bahwa kebaikan hati dan kebijaksanaan selalu memenangkan kejahatan. (*)

 


 

 

 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama