Sebagai negara
demokratis, Indonesia seharusnya memiliki hubungan yang erat dan saling
mendukung antara pemerintah, DPR, dan rakyat. Rakyat memilih wakil mereka untuk
memperjuangkan kepentingan umum dan menciptakan kebijakan yang berpihak pada
kesejahteraan bersama. Pemerintah, yang terpilih oleh rakyat, seharusnya
bertindak sebagai pelayan masyarakat, bekerja keras untuk memastikan bahwa
kebutuhan dasar warga negara terpenuhi dan menciptakan kondisi yang
memungkinkan setiap individu berkembang. Namun, jika kita melihat lebih dekat,
sering kali kita merasa hubungan ini jauh dari cinta sejati. Banyak kebijakan
yang dikeluarkan oleh pemerintah dan DPR yang tidak hanya tidak sesuai dengan
kebutuhan rakyat, tetapi malah mengabaikan atau merugikan mereka.
Di banyak kasus, kita
menyaksikan bahwa pemerintah Indonesia lebih mementingkan kepentingan politik
atau ekonomi jangka pendek daripada memperjuangkan kepentingan rakyat secara
menyeluruh. Misalnya, kebijakan yang lebih mengutamakan sektor bisnis besar
atau kepentingan politik yang sempit, sementara kebutuhan rakyat kecil sering
kali terabaikan. Para pejabat pemerintah dan anggota DPR yang seharusnya
berfungsi sebagai pelindung hak-hak rakyat, sering kali lebih memikirkan
kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri. Inilah yang bisa kita sebut
sebagai "cinta yang disalahartikan." Sebagaimana dalam sebuah
hubungan, jika cinta hanya didasarkan pada nafsu atau kepentingan pribadi,
hubungan tersebut akan mudah rapuh dan tidak akan bertahan lama. Begitu pula
dengan pemerintah dan DPR, ketika mereka tidak berkomitmen pada kesejahteraan
rakyat, hubungan itu akan penuh dengan kekecewaan dan ketidakpercayaan.
Sebagaimana yang
dijelaskan oleh Plato dalam The Symposium, cinta sejati bukanlah tentang
ketertarikan fisik atau kepentingan sesaat, tetapi tentang pencarian untuk
kebaikan dan kebijaksanaan yang lebih tinggi. Cinta sejati adalah dorongan
untuk mencapai tujuan bersama yang lebih luhur. Dalam pandangan ini, pemerintah
dan wakil rakyat seharusnya berfokus pada pembangunan negara yang lebih adil
dan makmur, dengan mengutamakan kepentingan rakyat dan berusaha untuk mencapai
kesejahteraan bersama. Namun, ketika pemerintah dan DPR gagal menempatkan
rakyat sebagai prioritas utama, mereka seolah-olah mengabaikan makna cinta
sejati itu sendiri. Pemerintah yang tidak peka terhadap kebutuhan rakyat, atau
DPR yang lebih mendengarkan suara kepentingan elit ketimbang suara rakyat,
menunjukkan bahwa mereka belum memahami makna sejati dari cinta terhadap
rakyat.
Erich Fromm, dalam The
Art of Loving, mengatakan bahwa cinta sejati adalah sebuah seni yang memerlukan
keterampilan, usaha, dan pemahaman yang mendalam. Cinta bukanlah sesuatu yang
datang begitu saja, melainkan sebuah komitmen yang membutuhkan kesadaran penuh
dan kerja keras. Dalam konteks pemerintahan, ini berarti bahwa para pemimpin
kita harus benar-benar memahami kebutuhan rakyat dan berkomitmen untuk
mewujudkannya. Mereka harus memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan
kesadaran yang mendalam tentang bagaimana kebijakan mereka mempengaruhi
kehidupan rakyat. Sayangnya, dalam banyak hal, kebijakan yang diambil oleh
pemerintah dan DPR sering kali lebih berorientasi pada keuntungan politik
jangka pendek dan bukannya pada kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.
Ketika kita berbicara
tentang hubungan antara pemerintah, wakil rakyat, dan rakyat, kita berbicara
tentang sebuah relasi yang harusnya didasari oleh kepercayaan dan pengertian.
Cinta sejati antara pemerintah dan rakyat berarti bahwa pemerintah harus memiliki
komitmen yang tulus untuk memperbaiki kehidupan rakyat, bukan hanya berfokus
pada pembangunan infrastruktur atau proyek-proyek yang menguntungkan segelintir
orang. Begitu pula, anggota DPR harus memiliki komitmen yang kuat untuk
menyuarakan aspirasi rakyat, bukan hanya mengikuti arus atau mempertahankan
kekuasaan mereka. Pemerintah dan DPR harus bekerja keras untuk memastikan bahwa
kebijakan yang mereka buat berlandaskan pada keadilan sosial, pemberdayaan
ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup rakyat.
Namun, kenyataannya
banyak kebijakan yang dibuat justru memperlebar jurang ketimpangan sosial,
memperburuk kondisi ekonomi bagi sebagian besar rakyat, dan merugikan
kelompok-kelompok yang sudah terpinggirkan. Cinta yang sejati tidak dapat ditemukan
dalam kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir orang, atau dalam
janji-janji yang tidak pernah terwujud. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap
rakyat yang seharusnya dilindungi dan dilayani oleh pemerintah dan wakil
rakyat.
Penting bagi kita, sebagai
rakyat, untuk memahami bahwa cinta sejati dalam pemerintahan memerlukan
kesadaran dan komitmen yang berkelanjutan. Kita tidak bisa terus-menerus
dibiarkan dalam ilusi bahwa pemerintah dan DPR mencintai kita hanya karena
mereka berkata demikian. Cinta sejati bukan hanya tentang kata-kata, tetapi
tentang tindakan nyata yang menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan rakyat.
Jika pemerintah dan DPR benar-benar mencintai rakyat mereka, mereka akan
berusaha keras untuk menciptakan kebijakan yang memihak kepada kesejahteraan
umum, yang memberikan peluang yang setara, dan yang mengatasi ketidakadilan
yang ada dalam masyarakat.
Kita, sebagai rakyat
Indonesia, berhak mendapatkan cinta sejati dari pemerintah dan wakil rakyat
kita. Cinta yang bukan hanya berbentuk janji, tetapi dalam bentuk kebijakan
yang menyentuh kehidupan sehari-hari rakyat. Cinta yang bukan hanya terucap
dalam pidato politik, tetapi dalam tindakan nyata yang membawa perubahan
positif bagi kehidupan kita. Cinta sejati dalam pemerintahan adalah ketika
pemerintah dan DPR bekerja tanpa pamrih untuk menciptakan negara yang lebih
baik, yang benar-benar berpihak pada rakyat, dan yang mengutamakan
kesejahteraan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Hanya dengan pemahaman
yang mendalam tentang cinta sejati, baik pemerintah maupun DPR dapat memenuhi
tanggung jawab mereka untuk rakyat. Cinta sejati bukanlah sekadar perasaan atau
janji kosong, tetapi sebuah komitmen yang melibatkan usaha, pengorbanan, dan
perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan rakyat. Jika kita ingin memiliki
negara yang lebih baik, maka kita harus memastikan bahwa hubungan antara
pemerintah, DPR, dan rakyat dibangun di atas dasar cinta sejati yang
mengutamakan keadilan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi semua.