Pagi hari ini, Senin,
10 Maret 2025 P. Simeon Bera Muda, SVD telah berpulang ke pangkuan Bapa
Surgawi.
Pater Simeon
ditahbiskan imam tahun 1987. Ia adalah seorang imam misionaris yang mengabdikan
dirinya di dunia pendidikan.
Semasa sebagai frater
ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari Todabelu (Juni 1983-
Juni 1984).
Selanjutnya ia
menjalani tugas belajar ke Roma. Kembali dari Roma ia menjadi dosen di Seminari
Tinggi Ledalero. Ia sempat menjadi misionaris di tanah Papua, lalu kembali ke
Seminari Tinggi Ledalero.
Pater Simeon adalah
seorang imam yang ramah, sederhana dan pekerja keras. Ia dekat dengan para anak
didikannya.
Mengenang Pater Simeon Bera, Dosen Karbon yang Suka Piara Babi
Saya
bertemu langsung dengan Pater Simeon Bera Muda pada sekitar tahun 2019 di
Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero, Maumere, Kabupaten Sikka. Perjumpaan
ini, selain sebagai dosen dan mahasiswa tetapi juga sebagai pembina dan frater.
Ia adalah
dosen Kitab Suci kami sekaligus sebagai bapak pembina di Seminari Tinggi
Ledalero bagi kami yang waktu itu dipanggil sebagai Frater dan Bruder SVD.
Sebelum ia pulang dari Eropa ke Ledalero, kami mendengar kabar bahwa dosen yang
satu ini punya cara mengajar dan bergaul yang sangat berbeda dengan dosen-dosen
lain yang kami kenal.
Salah
satunya yakni tidak memperkenankan para mahasiswa mengetik di notebook dll jika
ada tugas Kitab Suci. Hal ini benar adanya, sebab sebagai mahasiswa, kami
sangat kewalahan karena setiap kali mengikuti kuliah Kitab Suci bersama Pater
Simeon Bera Muda, kami disuruh menulis di kertas bahkan harus menyalin tulisan
pada kertas karbon.
Kami
kesulitan bukan hanya karena sudah terbiasa mengetik melainkan tugas yang ia
berikan juga sangat banyak.
Sebagai
mahasiswa, tugas seperti ini menjadi beban tersendiri sebab kuliah di Ledalero,
bukan hanya KItab Suci yang ada tugas melainkan hampir semua mata kuliah selalu
ada tugas yang diberikan oleh para dosen setiap hari.
Namun,
tugas yang paling banyak yakni Kitab Suci; kami harus menyalin ulang tulisan
yang diberikan oleh Pater Simeon dengan menggunakan kertas karbon.
Konsekuensinya, kami harus mencari lagi kertas kosong lainnya di tempat sampah
atau membeli kertas yang baru.
Semua tugas
ini akan dikumpulkan dan semuanya pasti diperiksa. Hal inilah yang membuat
mahasiswa malas harus paksa diri untuk jadi rajin. Sebab tuan Bera memeriksa
dengan teliti.
Jika kerja
main-main atau tidak sesuai persyaratan, bersiap-siaplah untuk mendapat nilai
merah. Dengan pengalaman mengajar model ini, kami sering menjulukinya dosen
karbon.
Siram Mahasiswa
Ada cerita
lain yag sering terjadi di kelas yakni saat mengajar, Pater Simeon selalu
membawa air satu gayung. Air ini akan ia gunakan untuk menyiram mahasiswa yang
duduk paling belakang atau yang mengantuk.
Ada
kebiasaan mahasiswa tertentu yang masuk kelas tidak mengambil tempat duduk pada
bagian depan tetapi belakang. Hal ini juga membuat mata cepat mengantuk. Nah,
Pater Simeon punya strategi tersendiri. Jika ia sudah menyuruh untuk pindah ke
depan sebanyak tiga kali tetapi tak ada mahasiswa yang menurutinya, maka
bersiap-siaplah untuk mandi air.
Demikian
sepenggal kisah bersama Pater Simeon di Kelas. Lalu apa saja cerita tentang
Pater Simeon di biara atau seminari?
Suka Piara Babi
Pater
Simeon adalah seorang pastor yang tidak hanya ada di kelas sebagai dosen tetapi
juga ia adalah peterak babi. Setiap kali pulang dari kampus, sore harinya ia
mencari makanan babi untuk memenuhi kebutuhan perut beberapa ekor babi
miliknya.
Selain
dipelihara sendiri, ia juga bekerja sama dengan para frater/bruder di biara.
Biasanya setiap unit selalu ada seksi atau petugas babi. Pater biasanya
menitipkan satu atau dua ekor babi miliknya kepada para frater/bruder yang
bertugas di bidang ini.
Jika sore
hari para frater/bruder mengikuti kuliah, maka Pater yang akan bertugas memberi
makan babi, sebaliknya jika Pater ada kesibukan maka frater/bruder yang akan
bertugas yang sama.
Pergaulan
sebagai bapak dan anak sungguh terasa. Dimana pun kami bertemu, pasti ia selalu
bercerita. Namun, kita harus simak baik-baik setiap isi pembicaraannya, sebab
ia tidak akan berbicara dalam bahasa indonesia. Yang ia gunakan yakni bahasa
inggris, terserah kita mengerti atau tidak, ia tetap menggunakan bahasa
inggris.
Semua kisah
ini, pasti terekam sangat baik pada ingatan orang-orang yang pernah hidup
bersama Pater Simeon Bera Muda.
Hari ini,
Senin 10 Maret 2025, terdengar kabar bahwa Pater Simeon Bera Muda meningal
dunia di Ledalero. Selamat jalan Pater.
Requiescat in Pace, Pater Simeon, ***