banner Viral Dua Orang Pedagang Saling Melemparkan Sayuran di Pasar Baru Atambua Kabupaten Belu NTT

Viral Dua Orang Pedagang Saling Melemparkan Sayuran di Pasar Baru Atambua Kabupaten Belu NTT

BERTENGKAR - dua orang pedagang bertengkar, saling melemparkan barang dagangan mereka di Pasar Baru Atambua Kabupaten Belu Provinsi NTT, Kamis (17/4/2025). 



Suara Numbei News - Simak inilah Berita Viral NTT yang dilansir dari media sosial.

Isi video berita ViralLokal hari ini dilansir Setapak Rai Numbei dari akun instagram @ntt.update, Kamis (17/4/2025).

Perang dagang tidak saja terjadi antara Amerikat Serikat dan China, tapi Perang Dagang juga berlangsung di Pasar Baru Atambua Kabupaten Belu.

Dimana dua orang pedagang (ibu-ibu) bertengkar di dalam Pasar Baru Atambua.

Mereka saling melemparkan sayuran dagangan mereka.

Pasar yang ramai dengan proses jual beli pun makin ramai dengan teriakan orang-orang yang menyaksikannya

Postingan ini pun ramai dikomentari netizen : 

@yastho**** : 1 harga 10rb tuh berat ju lumayan

@rinn_h*** : Aduh lucu nyaa mengemaskan Jang barenti bakalai do e mama dong

@ellynk**** : mcm film yg lempar timun itu, tpi ini versi labu di atambua

@yadipra**** : Trump dan Xi Jinping menangis liat ini perang dagang

@leni_p**** : Ini mama timorr pakk

@refanfebr**** : seru kmrin nnton

@ina_ate_*** : idop udah susaaah masee di buat ribeet

@n1za**** : Memanfaatkan hasil alam diluar dari fungsinya

@nalol**** : real perang dagang

@bb_on**** : china vs america???? wkwk

@angela_sa**** : Hhaha cption. (*)




 

Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama