Ibunda dari Nikolas,
Maria Bete, membenarkan penahanan tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu
(28/5/2025).
Menurutnya, anaknya
telah bekerja di Malaysia selama tiga tahun sebelum ditangkap pada satu Maret
2025.
"Ini anak saya,
namanya Ali, kerja di Malaysia sudah tiga tahun. Dia kena tangkap
tanggal 1 Maret 2025 lalu. Sejak itu, kami hanya dapat kabar kalau dia masih
ditahan di sana. Saya sudah urus surat keterangan kurang mampu supaya
pemerintah bisa bantu memulangkan dia," ujar Maria dengan nada haru.
Maria
menambahkan, selama dua bulan setelah penangkapan, keluarganya tidak
mendapatkan kabar apa pun mengenai kondisi Nikolas. Hal ini membuatnya melapor
ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka untuk
mengurus dokumen pemulangan.
"Karena dia masih
di bawah umur, dia tidak dimasukkan dalam sel tahanan, tapi tetap ditahan di
Malaysia. Kalau bisa, saya mohon bantu agar anak saya bisa kembali dengan
selamat," harap Maria.
Kepala Desa Numponi,
Emanuel Natalius Bouk Bria, saat dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa
pihak desa telah mengeluarkan surat keterangan resmi untuk mendukung proses
pemulangan Nikolas ke Indonesia.
Hingga berita
ditayangkan, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Malaka belum merespons
upaya konfirmasi dari POS-KUPANG.COM. (ito)