banner Arogannya Pegawai PPPK di Fores Timur NTT, Sudah Tak Memberi Nafkah Malah Aniaya dan Usir Istri

Arogannya Pegawai PPPK di Fores Timur NTT, Sudah Tak Memberi Nafkah Malah Aniaya dan Usir Istri



Suara Numbei News - YAB (43) pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada salah satu instansi di Kabupaten Flores Timur, NTT, dilaporkan ke polisi. Dia menampar dan menelantarkan istrinya, EPI.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini terjadi sejak Kamis (2/11/2025). YAB kini harus berurusan dengan hukum dan berstatus sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Edi Purnomo, mengatakan EPI tak hanya ditampar, namun ia juga diterlantarkan suaminya.

"(Pelaku) menampar menggunakan telapak tangan kanan ke pipi kiri korban sebanyak satu kali," ujar Edi.

Sejak diusir pada Maret 2025, EPI pun tinggal terpisah. Pelaku tak pernah menjenguk atau meminta istrinya untuk kembali.

"Korban tidak dinafkahi baik lahiriah maupun batiniah," imbuhnya.

Pelaku Ditetapkan Tersangka

Pelaku yang sudah ditetapkan tersangka telah dipanggil untuk diperiksa. YAB terancam hukuman lima tahun penjara sesuai pasal yang berlaku.

"Ia sudah diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai tersangka perkara KDRT dan penelantaran," katanya

YAB melanggar pasal pasal 44 ayat (1) subs pasal 44 ayat (4) Jo pasal 5 huruf a UU RI Nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan pasal 49 huruf a Jo pasal 9 ayat (1) UU RI Nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

"Ancaman 3,5 sampai 5 tahun," tandasnya. *** liputan6.com

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama