Guru berinisial SB,
yang bertugas di SDI Lengko Paje, dikeroyok setelah menegur sejumlah anak yang
bermain petasan di dekat rumah ibunya. Teguran itu dipicu oleh matinya seekor
ayam milik ibu SB akibat bunyi petasan yang dimainkan anak-anak tersebut.
Kapolsek Lembor, Ipda
Vinsen Bagus, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat ini pihak
kepolisian masih mendalami kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan orang tua
murid dan guru tersebut.
“Laporan dari guru kami
terima kemarin malam. Sementara siang harinya, pihak anak-anak yang didampingi
orang tuanya juga membuat laporan dugaan penganiayaan. Jadi, kedua belah pihak
saling melapor,” kata Ipda Vinsen kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (13/12/2025).
Ipda Vinsen
menjelaskan, pihaknya telah memanggil kedua belah pihak serta memeriksa
sejumlah saksi untuk mengungkap duduk perkara sebenarnya. Polisi juga telah
melakukan visum terhadap guru SB maupun anak-anak yang terlibat dalam insiden
tersebut.
“Kami masih melakukan
penyelidikan. Setelah semuanya jelas, kami akan mengambil langkah tegas sesuai
hukum yang berlaku,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan
yang dihimpun, peristiwa bermula ketika SB menegur anak-anak yang bermain
petasan secara berlebihan di sekitar rumah ibunya. Teguran tersebut
disalahpahami oleh para orang tua, yang kemudian menuding SB telah memukul
anak-anak mereka.
Kesalahpahaman itu
berujung pada tindakan penganiayaan terhadap SB di mes guru tempat ia tinggal.
Kericuhan sempat terjadi sebelum warga sekitar turun tangan melerai kedua belah
pihak.
Pasca kejadian, SB
bersama orang tua anak-anak yang terlibat dibawa ke rumah Ketua RT setempat
untuk dilakukan mediasi. Namun, upaya penyelesaian secara kekeluargaan tersebut
tidak membuahkan hasil sehingga kasus ini berlanjut ke ranah hukum.
Saat ini, penanganan
perkara sepenuhnya berada di bawah kewenangan Polsek Lembor, Polres Manggarai
Barat. Polisi mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan proses
penyelesaian kepada aparat penegak hukum.
