Sementara itu, acara
pembukaan tingkat keuskupan dipusatkan di Gereja Paroki St. Yosef Freinademetz
Mautapaga yang diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama umat.
Perayaan Ekaristi
dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD. Hadir mendampingi
Uskup, Vikjen Keuskupan Agung Ende, RD Ferdinandus Dhedu, dan para imam di
wilayah Keuskupan Agung Ende.
Pencanangan gerakan ini
ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon serta burung merpati oleh
Uskup Agung Ende sebagai simbol dimulainya gerakan pastoral ini di seluruh
wilayah keuskupan Agung Ende.
Uskup Agung Ende Mgr
Paulus Budi Kleden, SVD menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen
pastoral Keuskupan Agung Ende dalam memperhatikan kehidupan keluarga, khususnya
kaum ibu dan anak.
Sebelumnya, keuskupan
Agung Ende telah menjalankan dua gerakan penting, yakni Gerakan KUB Peduli Ibu
Hamil dan Gerakan KUB Ramah Anak.
Tahun ini, sambil terus
melanjutkan kedua gerakan tersebut, keuskupan mengajak umat untuk memberi
perhatian khusus pada anak usia dini.
“Sebagai keuskupan,
kita sedang menjalankan dua gerakan penting: Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil dan
Gerakan KUB Ramah Anak. Tahun ini sambil melanjutkan kedua gerakan ini, kita
memulai gerakan orang tua peduli anak usia dini,” ungkap Uskup Agung Ende.
Pencanangan gerakan
ini, lanjut Mgr. Budi Kleden, dilaksanakan dalam suasana Natal, agar umat
semakin disadarkan akan makna kehadiran seorang anak dalam keluarga.
“Masa Natal mempertajam
kesadaran dan mengasah hati kita untuk melihat keluarga, khususnya sang bayi
yang lahir di Betlehem. Seperti sang bayi dari Betlehem, semua bayi dan anak
usia dini memerlukan perhatian dan perlindungan,” ujar Mgr. Budi Kleden.
Uskup Budi Kleden juga
mengingatkan akan perkembangan anak dimana sangat membutuhkan suasana kasih,
kehadiran, dan perhatian orangtua, bukan hanya ketergantungan pada teknologi.
“Untuk itu, anak-anak usia dini memerlukan
kehangatan kasih dan perhatian orang tua yang tidak pernah dapat digantikan
oleh alat-alat komunikasi seperti HP. Biarkan anak-anak kita belajar
sebanyak-banyaknya dari kita berbagai nilai penting dalam kehidupan dan
bukannya terutama dari mesin-mesin dan alat-alat,” tegasnya.
Uskup juga mengajak
seluruh umat untuk memberi ruang lebih bagi kebersamaan bersama anak-anak di
rumah.
“Berikan waktu dan
perhatianmu untuk anak-anak khususnya ketika mereka berada dalam usia dini.
Mari kita bergerak bersama mewujudkan gerakan orang tua peduli anak usia dini.
Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.
Sementara itu,
Heribertus Gani, mewakili umat dalam sambutannya mewakili umat menyampaikan
terima kasih kepada Uskup Agung Ende yang telah mencangkan gerakan peduli anak
usia dini yang dipusatkan di gereja St Yosef Freinademetz Mautapaga.
Dia berharap agar
gerakan tersebut hendaknya menjadi gerakan bersama yang tentunya dimulai dari
keluarga karena bagaimanapun keluarga adalah fondasi utama sebuah kehidupan
terutama kehidupan anak-anak usia dini.
Untuk diketahui,
pencanangan gerakan Orang Tua Peduli anak usia dini dilaksanakan secara
serentak di semua paroki se keuskupan Agung Ende.
Gerakan ini diharapkan
mendorong keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Ende untuk semakin
menghadirkan rumah sebagai tempat pertumbuhan iman, kasih, dan karakter bagi
anak usia dini, sehingga mereka dapat bertumbuh sehat secara jasmani, rohani,
dan sosial. (*) Kupang News
