Tokoh masyarakat Desa
Halibasar, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Jemmy Koe, kepada media di
Malaka pada Minggu, 01 Februari 2026 menyampaikan, bahwa kondisi pemadaman
listrik telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang jelas. .
“Listrik di Malaka,
khususnya di Kecamatan Wewiku, hampir setiap hari padam. Dampaknya sangat
merugikan masyarakat, mulai dari terhentinya UKM hingga kerusakan peralatan
elektronik,” ujar Jemmy.
Ia menilai kondisi
tersebut tidak dapat terus dibiarkan dan meminta adanya langkah konkret dari
pihak terkait. Menurut Jemmy, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi
NTT perlu segera memanggil pimpinan PLN Sistem Kelistrikan Timor untuk meminta
penjelasan secara terbuka terkait penyebab pemadaman yang terus berulang.
“Kami berharap DPRD NTT
memanggil pimpinan PLN di Pulau Timor agar ada kejelasan penyebab dan solusi
yang akan dilakukan,” ujarnya.
Jemmy juga mendorong
dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen Sistem Kelistrikan Timor.
Ia menilai, jika pengelolaan tidak mampu menjamin pasokan listrik yang andal
dan berkelanjutan, maka perlu dilakukan perbaikan serius.
Selain itu, ia meminta
perhatian dari PLN Pusat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),
DPR RI, serta Ombudsman RI untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja PLN di
wilayah NTT, khususnya di daratan Timor yang masih mengandalkan sistem
kelistrikan terisolasi.
Masyarakat berharap
pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan kelistrikan di
wilayah perbatasan. Pasokan listrik yang stabil dinilai sebagai kebutuhan dasar
warga negara sekaligus faktor penting dalam mendorong pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Hingga berita ini
diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab
seringnya pemadaman listrik di Kabupaten Malaka dan wilayah daratan Timor
secara umum. *** korantimor.com
