Kabar duka itu dengan cepat menyebar di berbagai
platform, terutama Facebook, dan langsung memantik ungkapan belasungkawa dari
umat Katolik yang pernah mengenal dan merasakan pelayanan pastoralnya selama
bertahun-tahun di wilayah Manggarai.
Pastor Thomas Krump dikenal sebagai seorang
misionaris yang telah mengabdikan hidupnya bagi umat di Flores, khususnya di
wilayah Manggarai. Ia pernah menjabat sebagai Pastor Paroki Rejeng di bawah
wilayah Keuskupan Ruteng. Dalam pelayanan pastoralnya, ia melayani umat dalam
kurun waktu yang sangat panjang, yakni sejak tahun 1964 hingga 2016.
Misionaris asal Eropa tersebut lahir di Hungaria dan
kemudian menjadi warga negara Austria. Sepanjang hidupnya, ia memilih untuk
tinggal dan berkarya di tanah misi di Flores, mempersembahkan tenaga serta
dedikasinya bagi perkembangan Gereja Katolik dan kehidupan umat di Manggarai.
Selama puluhan tahun pelayanan itu, Pastor Thomas
Krump dikenal sebagai figur gembala yang dekat dengan umat. Kehadirannya
meninggalkan jejak mendalam bagi masyarakat dan umat Katolik yang pernah
dilayaninya.
Kepergian Pastor Thomas Krump menjadi kehilangan
besar bagi Gereja Katolik di Manggarai Raya, khususnya bagi umat yang selama
ini mengenalnya sebagai misionaris yang setia mengabdikan hidupnya bagi
pelayanan pastoral di Flores. ***
