![]() |
| Sosok terduga pelaku yang menganiaya oknum guru di TTU. (Istimewa. ) |
Berdasarkan kesaksian warga di Desa Kaubele, pria
tersebut memiliki rekam jejak perilaku yang kerap meresahkan masyarakat
setempat.
Peristiwa penganiayaan yang terjadi Sabtu
(18/4/2026) tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres TTU. Menariknya,
YK sempat dikabarkan melayangkan laporan balik ke Polsek Biboki Selatan. Meski
demikian, penuturan warga justru memperkuat dugaan bahwa YK-lah yang memicu kericuhan
dengan menghadang kendaraan di jalur publik wilayah Kaubele.
Menurut pengakuan seorang warga yang enggan
disebutkan identitasnya, kejadian bermula saat YK mengemudikan kendaraannya
secara ugal-ugalan hingga memblokade akses jalan. Ironisnya, korban yang
merupakan Kepala Sekolah SMP Negeri Oenenu saat itu sudah menepi dengan tertib.
"Kami sudah sangat jenuh dengan tabiatnya,
apalagi jika sudah dalam pengaruh alkohol. Kami berharap proses hukum ini bisa
memberikan efek jera kepadanya," ungkap warga tersebut.
Tak berhenti di jalan raya, aksi brutal YK bersama
kelompoknya berlanjut hingga ke area pemukiman di Oemasi, Desa Kaubele.
Serangan susulan tersebut mengakibatkan korbanserius, Edmundus Lopo,
mengalami luka-luka serius.
Berdasarkan penelusuran di lapangan pada Minggu
(19/4/2026), perilaku arogan YK ternyata bukan hal baru bagi warga sekitar. Ia
dikenal sering bersikap anarkis dan hampir mencelakai warga lainnya dalam
beberapa kesempatan sebelumnya.
Seorang warga lain membeberkan bahwa YK pernah
terlibat konflik fisik dengan tetangganya sendiri.
"Beberapa waktu lalu ia bahkan nyaris melukai
tetangganya dengan senjata tajam, untung saja sempat dilerai. Dia merasa paling
hebat di sini," keluh warga tersebut.
Aksi kekerasan terhadap tenaga kependidikan ini
memicu reaksi keras dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
Cabang TTU.
Organisasi profesi tersebut dijadwalkan akan segera
menyambangi Polres Timor Tengah Utara untuk mengawal kasus ini secara langsung.
Mereka mendesak agar pihak kepolisian bertindak
tegas dengan segera mengamankan pelaku demi menjamin keselamatan para guru dan
keadilan bagi korban.* victorynews.id
