![]() |
| Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 ditugaskan di kapal dok transportasi amfibi USS New Orleans dalam mendukung operasi blokade terhadap Iran di Selat Hormuz, 16 April 2026. (FOTO: abcnews) |
Usulan itu dibahas dalam rangkaian diplomasi intensif
selama 72 jam di tiga negara, yakni Pakistan, Oman, dan Rusia. Dalam
kunjungan tersebut, Araghchi juga bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin,
di St Petersburg.
Sejumlah sumber menyebutkan pembicaraan penting
berlangsung di Muscat, Oman, dengan melibatkan pejabat intelijen dari beberapa
negara. Fokus utama diskusi adalah pembukaan Selat Hormuz, jaminan keamanan
kawasan, serta kerangka penyelesaian konflik, sementara isu nuklir disepakati
untuk dibahas belakangan.
Iran telah menyampaikan proposal terbaru kepada
Pakistan untuk diteruskan ke Washington, setelah perundingan langsung
sebelumnya gagal mencapai terobosan. Pemerintah Amerika Serikat (AS) belum
mengkonfirmasi isi proposal tersebut. Juru bicara Gedung Putih menegaskan
negosiasi tidak dilakukan melalui media.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump menegaskan
sikapnya. “Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika tidak, tidak ada
alasan untuk bertemu,” ujarnya.
Upaya diplomasi ini berlangsung di tengah tenggat
waktu yang semakin dekat. Berdasarkan War Powers Resolution 1973, Trump harus
memperoleh persetujuan Kongres sebelum 1 Mei untuk melanjutkan operasi militer
terhadap Iran yang telah memasuki pekan kesembilan.
Pakistan Memainkan
Peran Penting sebagai Mediator.
Dalam kunjungannya, Araghchi bertemu Perdana Menteri
Pakistan Shehbaz Sharif serta pejabat tinggi lainnya. Araghchi mengapresiasi
peran Islamabad dalam menjembatani komunikasi dengan Washington.
Dia juga menyindir pendekatan Amerika dalam
perundingan sebelumnya. “Pendekatan yang keliru dan tuntutan berlebihan dari
Amerika Serikat menghambat tercapainya tujuan, meskipun ada beberapa kemajuan,”
katanya.
Sejumlah pejabat Pakistan menegaskan akan terus
berperan sebagai fasilitator netral dalam proses tersebut. Selain pertemuan
langsung, Iran juga memperluas komunikasi dengan negara-negara kawasan.
Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan
pejabat dari Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Prancis. Menteri Luar Negeri Oman,
Badr Albusaidi, menekankan pentingnya solusi konkret. “Diperlukan solusi
praktis untuk memastikan kebebasan navigasi yang berkelanjutan,” ujarny.
(lyn/gas/jpg)
