banner Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz, AS Tetap Ngotot Bahas Nuklir: Negosiasi Makin Panas!

Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz, AS Tetap Ngotot Bahas Nuklir: Negosiasi Makin Panas!

Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 ditugaskan di kapal dok transportasi amfibi USS New Orleans dalam mendukung operasi blokade terhadap Iran di Selat Hormuz, 16 April 2026. (FOTO: abcnews)


Suara Numbei News - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan konflik dengan Amerika Serikat. Namun, pembahasan terkait program nuklir Teheran diusulkan ditunda ke tahap berikutnya.

Usulan itu dibahas dalam rangkaian diplomasi intensif selama 72 jam di tiga negara, yakni Pakistan, Oman, dan Rusia. Dalam kunjungan tersebut, Araghchi juga bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, di St Petersburg.

Sejumlah sumber menyebutkan pembicaraan penting berlangsung di Muscat, Oman, dengan melibatkan pejabat intelijen dari beberapa negara. Fokus utama diskusi adalah pembukaan Selat Hormuz, jaminan keamanan kawasan, serta kerangka penyelesaian konflik, sementara isu nuklir disepakati untuk dibahas belakangan.

Iran telah menyampaikan proposal terbaru kepada Pakistan untuk diteruskan ke Washington, setelah perundingan langsung sebelumnya gagal mencapai terobosan. Pemerintah Amerika Serikat (AS) belum mengkonfirmasi isi proposal tersebut. Juru bicara Gedung Putih menegaskan negosiasi tidak dilakukan melalui media.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump menegaskan sikapnya. “Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu,” ujarnya.

Upaya diplomasi ini berlangsung di tengah tenggat waktu yang semakin dekat. Berdasarkan War Powers Resolution 1973, Trump harus memperoleh persetujuan Kongres sebelum 1 Mei untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran yang telah memasuki pekan kesembilan.

Pakistan Memainkan Peran Penting sebagai Mediator.

Dalam kunjungannya, Araghchi bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta pejabat tinggi lainnya. Araghchi mengapresiasi peran Islamabad dalam menjembatani komunikasi dengan Washington.

Dia juga menyindir pendekatan Amerika dalam perundingan sebelumnya. “Pendekatan yang keliru dan tuntutan berlebihan dari Amerika Serikat menghambat tercapainya tujuan, meskipun ada beberapa kemajuan,” katanya.

Sejumlah pejabat Pakistan menegaskan akan terus berperan sebagai fasilitator netral dalam proses tersebut. Selain pertemuan langsung, Iran juga memperluas komunikasi dengan negara-negara kawasan.

Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan pejabat dari Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Prancis. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menekankan pentingnya solusi konkret. “Diperlukan solusi praktis untuk memastikan kebebasan navigasi yang berkelanjutan,” ujarny. (lyn/gas/jpg)

 


Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama