![]() |
| Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berinteraksi dengan para siswa SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (6/4/2026), saat meninjau bangunan SD yang telah selesai direnovasi pada tahun 2025. (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden.) |
Janji itu disampaikan langsung oleh Gibran kepada
guru-guru saat kunjungan ke SD Inpres Kaniti yang belum lama ini rampung
direnovasi oleh pemerintah.
"(Untuk) guru-guru, saya tahu sekarang masih
banyak kekurangan, tetapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk
PPPK dan honorer," kata Wapres Gibran kepada para guru SD Inpres Kaniti,
Kupang, NTT, Senin (6/4) sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat
Wakil Presiden, yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga menekankan
pemerintah saat ini memastikan tak ada guru-guru yang terdampak melalui
koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan pemerintah
daerah.
"Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan
dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur (NTT,
red.). Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan," sambung Gibran.
Menurut Wapres, terlepas dari status kepegawaiannya,
para guru memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan anak-anak, termasuk yang
bersekolah di SD Inpres Kaniti.
Dalam pertemuannya dengan Wapres Gibran, Kepala
Sekolah SD Inpres Kaniti Yuliana Nenabu menyampaikan apresiasinya terhadap
pemerintah yang telah memperbaiki sekolah, mengingat sebelumnya bangunan tempat
belajar-mengajar itu dalam keadaan yang kurang layak. Yuliana juga
mengungkapkan harapannya agar tak ada tenaga pendidik di SD Inpres Kaniti yang
dirumahkan.
"Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa
(guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang
dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali,"
kata Kepala Sekolah kepada Wapres Gibran.
Kunjungan Gibran ke SD Inpres Kaniti, Senin,
merupakan yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada Mei 2025. Dalam
kunjungan pertamanya itu, Gibran menyalurkan bantuan berupa perlengkapan
sekolah kepada guru dan anak-anak murid SD Inpres Kaniti.
SD Inpres Kaniti merupakan salah satu sekolah yang
direnovasi oleh pemerintah pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari perintah
Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi sekolah berlangsung selama 90 hari
kerja sejak 1 Oktober 2025 sampai dengan 29 Desember 2025. Renovasi sekolah
mencakup pembangunan dan perbaikan 11 ruang kelas lama, tiga ruang kelas baru,
satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, dan satu unit toilet.
Usai meninjau hasil renovasi bangunan sekolah,
Gibran juga menyempatkan waktu kunjungannya itu untuk memotivasi para siswa
agar lebih semangat belajar.
"Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah
dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada
tembok-tembok yang dicorat-coret," kata Wapres Gibran kepada para siswa
yang didampingi oleh guru-gurunya.
SD Inpres Kaniti saat ini memiliki total 420 siswa,
yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, dan didukung oleh 25 guru dan dua
tenaga kependidikan. (try) *** detiksumsel.com
