![]() |
| Foto: Warga dusun Bele, Desa Waiburak, kecamatan Adonara Timur saat menyerahkan lagi senjata api rakitan ke aparat keamanan (REBON MUDA/NTT EXPRESS ) |
Proses
penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim)
1624/Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian, didampingi Kapolres Flores
Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra.
Momen ini
menjadi bukti nyata adanya komitmen bersama antara aparat dan warga untuk
memelihara perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Sinergi
yang terjalin erat antara TNI dan Polri dinilai menjadi kunci utama dalam
memulihkan kembali stabilitas sosial kemasyarakatan pasca-konflik. Kehadiran
jajaran Kodim 1624/Flores Timur dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk
dukungan moral, melainkan juga wujud pengawalan terhadap proses rekonsiliasi
yang sedang dibangun bersama warga.
Melalui
pendekatan yang humanis serta edukasi persuasif yang secara konsisten
disampaikan aparat di lapangan, tingkat kesadaran hukum masyarakat mengalami
peningkatan yang sangat baik. Langkah preventif berupa penyerahan senjata
rakitan secara sukarela ini pun dianggap sangat efektif untuk memutus mata
rantai potensi konflik susulan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Dandim
1624/Flores Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga
Dusun Bele yang telah berbesar hati menyerahkan senjata rakitan yang
dimilikinya. Ia juga memberikan penghargaan kepada pihak Kepolisian yang telah
giat melakukan pembinaan dan penyampaian himbauan kepada masyarakat.
"Kami
sangat mengapresiasi langkah maju yang diambil oleh warga Dusun Bele.
Menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela adalah bukti nyata bahwa masyarakat
merindukan kedamaian dan ingin hidup tenang," ujar Letkol Inf Erly
Merlian.
Ia
menegaskan, kehadiran TNI bersama Polri senantiasa bertujuan menjamin keamanan
dan pemberdayaan wilayah, namun pondasi utama perdamaian tetap berada di tangan
masyarakat itu sendiri.
"TNI
bersama Polri akan selalu hadir untuk menjamin keberlangsungan pemberdayaan
wilayah, namun pondasi utama perdamaian itu ada di tangan masyarakat sendiri.
Mari kita rajut kembali tali persaudaraan dan fokus pada pembangunan
desa," imbuhnya.
Dengan
diserahkannya senjata-senjata tersebut, diharapkan ketenangan dan kedamaian di
Dusun Bele dapat terus terpelihara. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh
positif bagi wilayah lain dalam menyelesaikan setiap dinamika sosial secara
damai, berlandaskan musyawarah mufakat, serta didorong oleh kesadaran hukum
yang tinggi.
