banner Heroik! Suster Marisa Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Bayi Saat Panti Holy Angel Terbakar di Kelurahan Oetete, Kota Kupang

Heroik! Suster Marisa Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Bayi Saat Panti Holy Angel Terbakar di Kelurahan Oetete, Kota Kupang

KEBAKARAN - Suster Marisa Da Costa CJD saat diwawancarai dalam program terkait kronologi kebakaran di Panti Guardian Holy Angel, Jumat (15/5/2026) 


Suara Numbei News - Suster Marisa Da Costa CJD masih mengingat jelas detik-detik mencekam saat kebakaran melanda Panti Guardian Holy Angel pada Rabu, 13 Mei 2026 lalu.

Saat itu, ia tengah menggendong bayi berusia lima bulan bernama Nicholas Angelo Saputra di ruang tamu bersama beberapa anak panti yang baru pulang sekolah.

“Tiba-tiba saya cium bau asap. Waktu masuk kamar, saya lihat api sudah menyala di atas kasur,” ujarnya saat ditemui di rumah sementara panti di Kelurahan Oetete, Kota Kupang, Jumat (15/5/2026).

Api dengan cepat membesar hingga memenuhi ruangan dengan asap hitam. Dalam kepanikan, Sr. Marisa berusaha menyelamatkan anak-anak sambil tetap menggendong bayi Nicholas.

“Saya lihat bayi sudah batuk karena panas dan asap. Saya tutup mukanya pakai kerudung lalu saya lari keluar,” katanya.

Namun setelah berada di luar rumah, ia menyadari masih ada beberapa anak kecil yang tertinggal di dalam bangunan yang mulai dilalap api.

“Saya berteriak minta tolong karena masih ada anak-anak kecil di dalam,” tuturnya.

Di tengah kobaran api yang semakin besar, seorang pria tak dikenal nekat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan tiga anak yang masih terjebak.

“Pak itu langsung lari masuk di tengah api dan tarik tiga anak keluar. Sampai sekarang saya tidak tahu siapa beliau,” kata Sr. Marisa.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pria tersebut yang dinilainya telah menyelamatkan nyawa anak-anak panti.

“Kalau beliau tidak bantu ambil anak-anak itu, saya tidak tahu bagaimana nasib mereka,” ujarnya.

Selain kisah penyelamatan itu, Sr. Marisa juga mengaku terharu karena bantuan terus berdatangan sejak hari pertama kebakaran terjadi.

Menurutnya, tidak sampai sehari setelah kejadian, banyak pihak langsung datang memberikan bantuan.

“Dari pemerintah, anggota DPR, masyarakat, kelompok-kelompok kecil, semua datang bantu kami,” katanya.

Bantuan yang diterima berupa makanan, pakaian, sembako, perlengkapan anak-anak hingga uang tunai.

"Mereka tahu kami keluar dalam keadaan kosong,” ujarnya.

Meski demikian, Sr. Marisa mengaku belum menghitung seluruh bantuan uang yang diterima karena masih fokus menenangkan anak-anak pascakebakaran.

Ia juga mengaku tersentuh karena banyak masyarakat yang menghubunginya secara langsung untuk menanyakan kebutuhan anak-anak panti.

“Ada yang telepon tanya, ‘Suster perlu apa?’ Itu yang membuat kami merasa dikuatkan,” katanya.

Di akhir wawancara, Sr. Marisa menyampaikan rasa syukur karena seluruh anak dan para suster berhasil selamat dari kebakaran tersebut.

“Puji Tuhan semua selamat. Itu yang paling penting bagi kami,” tutupnya. (uge) *** poskupang.com





 



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama