Dalam kunjungannya ke Desa Manubelon, Kecamatan
Amfoang Barat Daya, Wapres mengaku awalnya tidak memiliki agenda menuju
Amfoang. Namun, setelah berdialog dengan mahasiswa saat tiba di Kupang sehari
sebelumnya, ia memutuskan menambah lokasi kunjungan kerja untuk melihat
langsung kondisi masyarakat di daerah tersebut.
“Hari ini tidak ada jadwal saya ke Amfoang, jadwal
saya sebenarnya ke Pulau Rote. Tetapi setelah mendengar langsung aspirasi
mahasiswa, saya memutuskan datang melihat kondisi di sini,” ujar Gibran saat
berdialog dengan warga.
Fokus utama peninjauan adalah dua jembatan vital,
yakni Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali, yang dilaporkan putus total sejak
2023. Kerusakan tersebut menyebabkan sejumlah wilayah seperti Amfoang Timur,
Amfoang Barat, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, hingga Amfoang Utara
menjadi terisolasi.
Wapres menilai kondisi kerusakan jembatan sangat
parah dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia bahkan
menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena masih banyak daerah di
Indonesia yang mengalami keterbatasan akses dasar.
Selain memutus jalur transportasi, kerusakan
infrastruktur juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Anak-anak sekolah
terpaksa menyeberangi sungai untuk menuju sekolah sehingga sering tiba dalam
kondisi basah. Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang disampaikan warga
kepada Wapres.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran didampingi
sejumlah pejabat daerah dan aparat keamanan. Pemerintah daerah berharap
kunjungan tersebut dapat mempercepat perhatian pemerintah pusat terhadap
pembangunan akses jalan dan jembatan di wilayah perbatasan dan kawasan 3T
(tertinggal, terdepan, dan terluar).
Wapres juga berjanji akan membahas persoalan
tersebut bersama kementerian terkait setibanya di Jakarta agar solusi
penanganan infrastruktur di Amfoang segera direalisasikan.
Kunjungan mendadak ini mendapat perhatian publik
karena dianggap sebagai respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat di
daerah terpencil. Di media sosial, banyak warga menilai langkah turun langsung
ke lokasi menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan infrastruktur yang
selama ini belum tertangani secara maksimal.
