Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap
potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai
kilat/petir serta angin kencang mulai pukul 06.00 WITA.
Berdasarkan rilis resmi prakirawan BMKG, kondisi
cuaca ekstrem ini berpotensi melanda sejumlah wilayah di NTT, terutama di
Kabupaten Kupang.
Daerah yang diprediksi terdampak meliputi Kupang
Timur, Amarasi, Fatuleu, Amarasi Barat, Amarasi Selatan, Amarasi Timur, Amabi
Oefeto Timur, Taebenu, Amabi Oefeto, Fatuleu Barat, hingga Fatuleu Tengah.
Selain itu, wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan
juga masuk dalam daftar waspada, di antaranya Amanuban Selatan, Amanatun
Selatan, Amanatun Utara, Kuanfatu, Boking, Toianas, Nunkolo, Kolbano, hingga
Fautmolo.
Di Kabupaten Rote Ndao, hujan lebat berpotensi
terjadi di Lobalain, Rote Tengah, Pantai Baru, Rote Timur, hingga Rote Selatan.
Sementara itu, Kabupaten Malaka juga diprediksi terdampak, meliputi Malaka
Tengah, Malaka Barat, Wewiku, Weliman, Rinhat, Io Kufeu, dan Botin Leobele.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem ini dapat
meluas ke wilayah lain. Di Kabupaten Kupang, potensi meluas ke Semau, Kupang
Barat, Sulamu, hingga wilayah Amfoang. Sementara di Timor Tengah Selatan dapat
menjangkau Kota Soe, Mollo Selatan, Amanuban Timur, hingga Fatumnasi.
Tak hanya itu, wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara
juga berpotensi terdampak, seperti Miomafo Barat, Kota Kefamenanu, Insana,
hingga Bikomi Selatan.
Di Rote Ndao, potensi perluasan mencakup Rote Barat
Daya, Rote Barat Laut, hingga Ndao Nuse.
Untuk Kabupaten Malaka, masyarakat diimbau
mewaspadai perluasan ke Sasitamean, Laenmanen, Malaka Timur, Kobalima Timur,
dan Kobalima. Sedangkan di Kota Kupang, wilayah yang berpotensi terdampak
meliputi Alak, Maulafa, Kelapa Lima, Oebobo, dan Kota Raja.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini
diperkirakan berlangsung hingga pukul 08.00 WITA. Warga diminta tetap waspada
terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon
tumbang, serta sambaran petir.
Masyarakat juga disarankan untuk membatasi aktivitas
di luar rumah saat cuaca buruk berlangsung serta terus memantau informasi resmi
dari BMKG melalui kanal terpercaya guna menghindari risiko yang tidak
diinginkan. ***
