banner Detik-Detik Tragis di Laut NTT: Nelayan Tewas Setelah Hiu 200 Kg Mendadak Melompat ke Kapal

Detik-Detik Tragis di Laut NTT: Nelayan Tewas Setelah Hiu 200 Kg Mendadak Melompat ke Kapal

Ilustrasi AI

Suara Numbei News - Kronologi hiu 200 kilogram lompat ke kapal nelayan gegerkan publik. Pasalnya ikan yang dianggap berbahaya itu sampai menimpa sang nelayan hingga tewas.

Usut punya usut, peristiwa tersebut terjadi di Perairan Selat Alas, Nusa Tenggara Timur (NTT). Yakni tepatnya pada Sabtu (6/6/2026) malam  saat kapal tengah beroperasi di tengah laut.

Kronologi Hiu 200 Kilogram Timpa Nelayan di NTT hingga Tewas

Korban diketahui seorang muda asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan bernama Erfan Janurdi (19), yang merupakan salah satu awak Kapal Motor (KM) Aulia 06.

Mulanya, enam awak kapal tengah menjalankan aktivitas seperti biasa di tengah laut. Sebagian awak sibuk melaut, sementara lainnya beristirahat di sela-sela pekerjaan.

Erfan rupanya juga sedang beristirahat di depan kamar kapal sambil memainkan telepon genggamnya.

Saat itu, perairan juga terlihat tenang, namun tiba-tiba saja, hiu berukuran sekitar empat meter dengan berat diperkirakan mencapai 200 kilogram tiba-tiba melompat dari laut dan jatuh tepat di atas tubuh Erfan yang sedang duduk.

“Korban saat itu duduk di depan kamar kapal sambil bermain handphone. Tiba-tiba ikan hiu melompat dan menimpa korban,” ujar pemilik kapal, Ilyas (53) dikutip Grid.ID dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/6/2026).

Para awak kapal lantas bergegas memberikan pertolongan kepada Erfan yang terkapar akibat insiden yang sama sekali tidak diduga tersebut.

Erfan kemudian dipindahkan ke dalam ruang kapal untuk mendapatkan penanganan darurat seadanya di tengah laut. Korban juga masih dalam keadaan sadar dan sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya.

Namun kondisi kesehatannya terus menurun. Ia mengeluhkan nyeri hebat di bagian pundak serta kesulitan bernapas. Sekitar tiga jam setelah insiden, Erfan dinyatakan tewas.

 “Korban masih sempat berkomunikasi, tetapi kondisinya terus menurun hingga meninggal dunia sekitar pukul 23.00 Wita,” kata Ilyas dikutip dari TribunSumsel.com.

Hingga singkat cerita, terkait kronologi hiu 200 kilogram lompat ke kapal nelayan dan menewaskan Erfan, jasad sang nelayan itu kemudian dievakuasi ke daratan dan dipulangkan ke kampung halamannya di Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai.

Setelah melalui perjalanan udara dari Lombok menuju Makassar, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Buhung Pitue pada Selasa (9/6/2026). (*)

 




Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama