Persoalan ini dipicu peristiwa seorang anak yang merekam video ketika pesta berlangsung.
![]() |
| Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Fardan Adi Nugroho (Liputan6.com/Ola Keda) |
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim)
Polres Flores Timur, Iptu Fardan Adi Nugroho membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, kasus itu berawal dari perselisihan sepele saat berlangsungnya
pesta pernikahan.
Perselisihan bermula saat suasana pesta berlangsung.
Seorang anak yang masih berusia di bawah umur sedang merekam video untuk
diunggah ke media sosial facebook. Saat merekam, sudut pengambilan gambar
mengenai wajah korban berinisial LLK. Merasa tidak terima, LLK yang saat itu
dipengaruhi minuman keras, langsung memukul anak yang sedang memegang ponsel
tersebut.
Kejadian itu diketahui ayah anak itu beserta
anggota keluarga lainnya yang turut hadir dalam pesta. Mereka merasa
tersinggung atas perlakuan LLK, sehingga terjadilah adu mulut yang semakin
memanas. Perselisihan yang awalnya hanya perkara kecil itu berubah menjadi
tindakan kekerasan fisik yang melibatkan sejumlah orang.
Kondisi kedua belah pihak diperparah karena diduga
korban maupun para pelaku berada dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras
atau mabuk, sehingga emosi tidak lagi dapat dikendalikan.
Keributan memuncak saat korban keluar dari area
tenda pesta. Terjadi pemukulan secara bersamaan hingga korban terjatuh dan
menghembuskan napas terakhir tepat di tempat kejadian perkara.
"Korban dianiaya hingga tewas di tempat,"
ujarnya, Kamis 4 Juni 2026.
Mendapat laporan mengenai keributan yang memakan
korban jiwa, tim penyidik dari Satreskrim Polres Flores Timur segera bergerak
menuju lokasi. Sesampainya di lokasi kejadian, petugas berhasil melerai massa
yang masih berkumpul dan langsung mengamankan tiga orang yang diduga kuat
terlibat dalam pemukulan.
“Ketiga terduga pelaku berinisial SK, ASK, dan AGK.
Meraka langsung kami amankan dan kini ditahan di Polres Flores Timur untuk
menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Iptu Fardan.
Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka masih
berlangsung intensif. Penyidik terus menggali informasi untuk mengungkap
seluruh kronologi kejadian, mencari kemungkinan adanya pelaku tambahan yang
terlibat, serta memastikan motif utama di balik peristiwa yang berujung maut
tersebut.
"Masih pendalaman untuk mencari pelaku tambahan," ucapnya. *** liputan6.com
