![]() |
POLRES MALAKA - Kasat Lantas Polres Malaka, IPTU Reinhard Talakua saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026) |
Operasi tersebut merupakan bagian dari operasi lalu
lintas terpusat yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Kepolisian
Negara Republik Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui kegiatan itu, kepolisian berupaya
menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu
lintas (Kamseltibcarlantas) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas.
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, melalui
Kasat Reskrim Polres Malaka, IPTU Reinhard Talakua, mengatakan seluruh personel
yang terlibat akan melaksanakan operasi secara terpadu bersama jajaran
kepolisian di berbagai daerah selama dua pekan ke depan.
"Kami informasikan kepada seluruh masyarakat di
Kabupaten Malaka bahwa mulai tanggal 8 sampai dengan 21 Juni 2026 akan
dilaksanakan Operasi Patuh Turangga 2026. Operasi ini
merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran
kepolisian di seluruh Indonesia, khususnya fungsi lalu lintas," ujar
IPTU Reinhard Talakua saat ditemui POS-KUPANG.COM di
ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan, masyarakat perlu mempersiapkan diri
dengan memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi standar keselamatan serta
melengkapi seluruh dokumen kendaraan yang diwajibkan. Langkah tersebut penting
untuk menghindari pelanggaran sekaligus mendukung terciptanya budaya tertib
berlalu lintas di tengah masyarakat.
Menurutnya, Operasi Patuh Turangga 2026 tidak
semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga menjadi
sarana edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan
keselamatan di jalan raya.
"Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung
visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang salah satunya
ditandai dengan meningkatnya kesadaran hukum dan budaya tertib
masyarakat," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, ucap IPTU Reinhard Talakua,
petugas akan memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah pelanggaran yang
dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sasaran operasi meliputi pengendara sepeda motor
yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengemudi kendaraan roda empat yang
tidak memakai sabuk keselamatan, pengendara di bawah umur, hingga pengguna
jalan yang melawan arus lalu lintas.
Selain itu, penggunaan telepon genggam saat
berkendara juga menjadi salah satu fokus penindakan karena dapat mengurangi
konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Petugas juga akan menindak pengemudi yang
mengendarai kendaraan di bawah pengaruh minuman beralkohol, melebihi batas
kecepatan, serta kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan layak
jalan.
Tak hanya itu, kendaraan yang mengalami pelanggaran
Over Dimension Over Load (ODOL) serta penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
(TNKB) yang tidak sesuai ketentuan juga masuk dalam daftar prioritas pengawasan
selama operasi berlangsung.
IPTU Reinhard Talakua menilai bahwa
sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama ini masih didominasi
oleh faktor kelalaian manusia. Karena itu, peningkatan disiplin dan kesadaran
pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan serta
meminimalkan korban jiwa maupun kerugian material.
Untuk mendukung keberhasilan operasi tersebut,
masyarakat diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Penggunaan helm SNI bagi pengendara sepeda motor,
pemakaian sabuk keselamatan bagi pengemudi kendaraan roda empat, kepatuhan
terhadap rambu-rambu lalu lintas, serta tidak menggunakan telepon genggam saat
mengemudi menjadi hal-hal mendasar yang wajib diterapkan setiap saat.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta untuk tidak
memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan. Kepolisian
menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan
keinginan untuk tiba lebih cepat di tempat tujuan.
Melalui Operasi Patuh Turangga 2026,
IPTU Reinhard Talakua berharap tercipta budaya berlalu lintas
yang lebih tertib dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan dinilai
sangat penting dalam mewujudkan lingkungan lalu lintas yang aman, nyaman, dan
bebas dari kecelakaan.
IPTU Reinhard Talakua juga berpesan bahwa
tertib berlalu lintas adalah cerminan budaya bangsa. Malaka tertib, Malaka
aman, Malaka maju.
Pesan tersebut menjadi ajakan sekaligus pengingat
bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya Operasi Patuh Turangga 2026 demi
keselamatan dan ketertiban di jalan raya. (ito)
