banner Jangan Tertipu! Informasi CPNS 2026 Viral di Medsos Ternyata Palsu

Jangan Tertipu! Informasi CPNS 2026 Viral di Medsos Ternyata Palsu



Suara Numbei News - Berbagai modus penipuan Pendaftaran CPNS 2026 kini beredar luas di media sosial.  Terakhir dalam bentuk poster. Karena itu, BKN mengimbau masyarakat waspada.

"Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu," terangnya dikutip dari laman resmi BKN, Kamis (4/6/2026).

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho menegaskan informasi tersebut adalah hoaks

Ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap beredarnya informasi palsu terkait pembukaan seleksi CPNS.

Wisudo menegaskan, informasi resmi seleksi CASN dan CPNS hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal resmi SSCASN. Ia meminta publik untuk tidak mudah percaya terhadap poster, broadcast, maupun tautan dari sumber mencurigakan.

Wisudo menambahkan, masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi pemerintah. Ia juga meminta publik untuk tidak mengklik tautan mencurigakan, membagikan data pribadi, dan melakukan verifikasi informasi melalui website resmi BKN.

"BKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks, khususnya terkait informasi seleksi ASN. Jangan sampai keinginan menjadi ASN justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya," tutupnya. (*) poskupang.com



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei adalah sebuah situs online yang berisi berita, artikel dan opini. Menciptakan perusahaan media massa yang profesional dan terpercaya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana dalam memahami dan menyikapi segala bentuk informasi dan perkembangan teknologi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama