"Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah
indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi
pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik
tautan tertentu," terangnya dikutip dari laman resmi BKN, Kamis
(4/6/2026).
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik sekaligus
Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho menegaskan informasi tersebut adalah
hoaks.
Ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap
beredarnya informasi palsu terkait pembukaan seleksi CPNS.
Wisudo menegaskan, informasi resmi seleksi CASN dan
CPNS hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal resmi SSCASN. Ia
meminta publik untuk tidak mudah percaya terhadap poster, broadcast, maupun
tautan dari sumber mencurigakan.
Wisudo menambahkan, masyarakat perlu memastikan
informasi yang diterima berasal dari kanal resmi pemerintah. Ia juga meminta
publik untuk tidak mengklik tautan mencurigakan, membagikan data pribadi, dan
melakukan verifikasi informasi melalui website resmi BKN.
"BKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama
meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks,
khususnya terkait informasi seleksi ASN. Jangan sampai keinginan menjadi ASN
justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber
informasi sebelum percaya dan membagikannya," tutupnya. (*) poskupang.com
