Meski belum ada pengumuman rsmi, Kepala BKN Zudan
Arif memastikan bahwa Rekrutmen CPNS 2026 tetap akan dibuka.
Ini ibarat hujan di musima kemarau karena kabar baik
ini datag di tengah penantin panjang masyarakat tentang kepastian Rekrutmen
CPNS 2026.
Kepal BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan
kabar baik terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN ).
Prof. Zudan Arif menyebut dan memastikan bahwa pada
tahun 2026 akan dibuka Rekrutmen CPNS untuk tenaga kesehatan dan pendidik atau
guru.
"Tahun ini berarti seleksi, termasuk untuk
tenaga kesehatan dan pendidik, ada PNS," ujar Prof. Zudan.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya
telah mengajukan permintaan formasi kepada sejumlah instansi terkait.
Mulai dari pemerintah daerah, kementerian, hingga
lembaga pemerintah untuk kebutuhan seleksi penerimaan nantinya.
"Ini kita sudah meminta usulan formasi dari
daerah, kementerian, dan lembaga. Yang pasti, seleksi akan ada," paparnya.
"Nanti ada tiga kategori, tergantung permintaan
dari masing-masing instansi seperti yang saya laporkan tadi terkait
kebutuhannya," jelasnya.
Prof. Zudan juga menegaskan bahwa formasi guru yang
dibuka tidak hanya untuk Sekolah Rakyat, tetapi juga untuk sekolah umum.
"Guru yang direkrut bukan hanya untuk Sekolah
Rakyat, tetapi juga untuk sekolah umum," terangnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
(Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan pemerintah akan membuka rekrutmen CPNS
formasi guru pada 2027.
Penempatannya diprioritaskan di daerah-daerah yang
masih kekurangan tenaga pendidik. Abdul Mu'ti mengatakan penerimaan CPNS
formasi guru ini bertujuan menutup kekurangan tenaga pengajar di berbagai
wilayah.
"Kita masih kekurangan 561 guru di seluruh
Indonesia," katanya di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Babel),
Pangkalpinang, Kamis (2/7).
Ia mengungkapkan pemerintah akan membuka rekrutmen
dan pengangkatan guru berstatus PNS pada 2027 serta tahun-tahun berikutnya.
Dalam penjelasannya, ia menyebut para peserta yang
lolos seleksi akan ditugaskan ke daerah-daerah yang masih kekurangan guru.
"Para guru PNS harus siap ditugaskan di mana
saja, termasuk di daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Indonesia,"
tuturnya. (*)
