"Saya sangat menyesal dengan kejadian seperti
ini dan ini bukan merupakan harapan kita. Harapan kita adalah menjadi fakultas
yang memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada mahasiswa sebagai
stakeholder utama kami," katanya.
Menurut Apris, sejak informasi tersebut diterima
pada Rabu pagi, pimpinan fakultas langsung menggelar rapat koordinasi yang
melibatkan wakil dekan, kepala tata usaha, ketua program studi, operator, serta
pihak-pihak terkait.
Rapat tersebut bertujuan mengumpulkan seluruh
informasi dan menentukan langkah cepat dalam menyelesaikan persoalan.
"Prinsip kami satu, persoalan ini harus segera
diselesaikan karena dosen dan mahasiswa merupakan keluarga besar FKM,"
ujarnya.
Ia mengatakan, fakultas telah mulai berkoordinasi
dengan dosen pembimbing maupun penguji. Namun, proses klarifikasi terhadap
salah satu dosen penguji belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan sedang
berduka atas meninggalnya anggota keluarganya.
"Kami memberikan kesempatan satu sampai dua
hari agar beliau dapat melewati masa dukanya. Setelah itu kami akan memperoleh
informasi secara lengkap dari semua pihak," jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Prof. Apris
bersama jajaran pimpinan fakultas juga mendatangi Jessica di rumah sakit pada
Rabu sore.
"Kami datang sebagai orang tua untuk memberikan
semangat dan dukungan kepada Jessica agar segera pulih dan kembali menjalankan
aktivitasnya sebagai mahasiswa," katanya.
Saat berada di Rumah Sakit Wirasakti Kupang,
rombongan bertemu dengan teman-teman Jessica serta orang tua angkat yang selama
ini mendampinginya.
"Kami menyampaikan bahwa seluruh sivitas
akademika FKM memberikan dukungan penuh dan berharap Jessica segera pulih
secara mental sehingga dapat kembali mengikuti proses akademik," ujarnya.
Prof. Apris memastikan pendampingan terhadap Jessica
tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Fakultas akan terus memberikan motivasi
dan bekerja sama dengan tim kesehatan mental Undana untuk melakukan
pendampingan psikologis setelah kondisi mahasiswi itu membaik.
"Undana memiliki tim kesehatan mental yang
melibatkan dosen-dosen psikologi. Nanti setelah kondisi Jessica memungkinkan,
kami akan melakukan pendampingan bersama tim tersebut," katanya.
Ia menambahkan, fokus utama fakultas saat ini adalah
memastikan pemulihan kondisi Jessica sebelum mengambil langkah lanjutan terkait
proses akademik maupun hasil investigasi.
"Kita urus dulu anak ini supaya pulih. Setelah
itu baru kita masuk ke tahapan berikutnya. Jadi mohon semua pihak
bersabar," ujarnya.
Prof. Apris juga menyebut Jessica dikenal sebagai
mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik baik dan berharap mahasiswi tersebut
dapat segera kembali menyelesaikan studinya.
"Kami membutuhkan dia untuk kembali kuliah. Dia anak yang pintar dan kami berharap bisa segera pulih serta melanjutkan ujian hasilnya," ujarnya. (uan) *** POSKUPANG.COM
