banner NTT Menyorot Kisah Jessica di Kupang: 12 Kali Batal Skripsi, Kini Dapat Pendampingan Kampus

NTT Menyorot Kisah Jessica di Kupang: 12 Kali Batal Skripsi, Kini Dapat Pendampingan Kampus



Suara Numbei News - Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt, M.Kes menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi mahasiswi Jessica Sofia Tunardjo yang viral di media sosial diduga mengalami tekanan psikologis. Hal itu disampaikan Prof. Apris dalam konferensi pers di Gedung FKM Undana, Kamis (30/7/2026).

"Saya sangat menyesal dengan kejadian seperti ini dan ini bukan merupakan harapan kita. Harapan kita adalah menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada mahasiswa sebagai stakeholder utama kami," katanya.

Menurut Apris, sejak informasi tersebut diterima pada Rabu pagi, pimpinan fakultas langsung menggelar rapat koordinasi yang melibatkan wakil dekan, kepala tata usaha, ketua program studi, operator, serta pihak-pihak terkait.

Rapat tersebut bertujuan mengumpulkan seluruh informasi dan menentukan langkah cepat dalam menyelesaikan persoalan.

"Prinsip kami satu, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dosen dan mahasiswa merupakan keluarga besar FKM," ujarnya.

Ia mengatakan, fakultas telah mulai berkoordinasi dengan dosen pembimbing maupun penguji. Namun, proses klarifikasi terhadap salah satu dosen penguji belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan sedang berduka atas meninggalnya anggota keluarganya.

"Kami memberikan kesempatan satu sampai dua hari agar beliau dapat melewati masa dukanya. Setelah itu kami akan memperoleh informasi secara lengkap dari semua pihak," jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Prof. Apris bersama jajaran pimpinan fakultas juga mendatangi Jessica di rumah sakit pada Rabu sore.

"Kami datang sebagai orang tua untuk memberikan semangat dan dukungan kepada Jessica agar segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswa," katanya.

Saat berada di Rumah Sakit Wirasakti Kupang, rombongan bertemu dengan teman-teman Jessica serta orang tua angkat yang selama ini mendampinginya.

"Kami menyampaikan bahwa seluruh sivitas akademika FKM memberikan dukungan penuh dan berharap Jessica segera pulih secara mental sehingga dapat kembali mengikuti proses akademik," ujarnya.

Prof. Apris memastikan pendampingan terhadap Jessica tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Fakultas akan terus memberikan motivasi dan bekerja sama dengan tim kesehatan mental Undana untuk melakukan pendampingan psikologis setelah kondisi mahasiswi itu membaik.

"Undana memiliki tim kesehatan mental yang melibatkan dosen-dosen psikologi. Nanti setelah kondisi Jessica memungkinkan, kami akan melakukan pendampingan bersama tim tersebut," katanya.

Ia menambahkan, fokus utama fakultas saat ini adalah memastikan pemulihan kondisi Jessica sebelum mengambil langkah lanjutan terkait proses akademik maupun hasil investigasi.

"Kita urus dulu anak ini supaya pulih. Setelah itu baru kita masuk ke tahapan berikutnya. Jadi mohon semua pihak bersabar," ujarnya.

Prof. Apris juga menyebut Jessica dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik baik dan berharap mahasiswi tersebut dapat segera kembali menyelesaikan studinya.

"Kami membutuhkan dia untuk kembali kuliah. Dia anak yang pintar dan kami berharap bisa segera pulih serta melanjutkan ujian hasilnya," ujarnya. (uan) *** POSKUPANG.COM



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama