banner Sorotan Publik ke Dokter Dion Bria Seran, Direktur RSUPP Betun Tegaskan Akan Tindaklanjuti Sesuai Ketentuan

Sorotan Publik ke Dokter Dion Bria Seran, Direktur RSUPP Betun Tegaskan Akan Tindaklanjuti Sesuai Ketentuan


Suara Numbei News - Direktur Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, 
Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, akan menindaklanjuti polemik yang menyeret salah seorang dokter di rumah sakit yang dipimpinnya sesuai ketentuan setelah menerima surat resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan tersebut disampaikan dr. Oktelin saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/7/2026), menyusul kecaman yang dilayangkan IDI Provinsi NTT terhadap komentar yang ditulis oleh dokter RSUPP Betun, Dionisius Christian Bria Seran, yang diduga terkait kasus meninggalnya dr. Icha Pakaenoni.

Komentar tersebut dinilai oleh IDI NTT mencederai solidaritas tenaga kesehatan dan tidak mencerminkan empati terhadap isu kesehatan mental.

Dalam keterangannya, dr. Oktelin menegaskan bahwa hingga saat ini pihak RSUPP Betun belum menerima surat resmi dari IDI Provinsi NTT yang menjadi dasar untuk mengambil langkah administratif maupun organisasi.

"Mohon maaf saya belum dapat surat dari IDI Provinsi NTT terkait hal ini," tulis dr. Oktelin.

Meski demikian, ia memastikan pihak rumah sakit tidak akan mengabaikan persoalan tersebut. Menurutnya, apabila surat resmi dari organisasi profesi telah diterima, manajemen RSUPP Betun akan memprosesnya sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

"Kalau sudah ada surat pasti akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan," tegasnya.

Pernyataan Direktur RSUPP Betun tersebut menjadi sinyal bahwa pihak rumah sakit memilih menunggu prosedur resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut terhadap polemik yang kini menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan tenaga kesehatan.

Sebelumnya, Wakil Ketua IDI Provinsi NTT, dr. Syebenheser Hetingwati, Sp.PA, mengecam keras komentar yang diduga dibuat oleh akun atas nama Dionisius Christian Bria Seran.

Komentar tersebut viral di media sosial karena dianggap meremehkan persoalan kesehatan mental yang diduga berkaitan dengan meninggalnya dr. Icha Pakaenoni.

IDI NTT menilai seorang dokter seharusnya menjunjung tinggi etika profesi, menjaga empati, serta berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, terlebih ketika menyangkut tragedi yang melibatkan sesama tenaga medis.

Organisasi profesi itu juga menyatakan akan berkoordinasi dengan IDI Kabupaten Malaka untuk memastikan status keanggotaan yang bersangkutan sekaligus menentukan langkah organisasi apabila terbukti merupakan anggota IDI. (ito)



 



Suara Numbei

Setapak Rai Numbei merupakan media informasi dan opini yang menyajikan berita-berita aktual, akurat, dan terpercaya mengenai berbagai dinamika kehidupan, mulai dari isu lokal, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa setiap peristiwa memiliki makna, setiap fakta layak disampaikan dengan jernih, dan setiap opini harus dibangun di atas data, etika, serta tanggung jawab. Jernih Melihat Fakta. Tajam Menganalisis. Bijak Menginspirasi.

Posting Komentar

Silahkan berkomentar hindari isu SARA

Lebih baru Lebih lama